Kumparan Logo

Sekilas Dakwah Eps 2: Nyindir 'Halus', Dosanya Bisa Didiskon?

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi membicarakan orang lain di bulan Ramadan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membicarakan orang lain di bulan Ramadan. Foto: Shutterstock

Banyak yang beranggapan bahwa sindiran merupakan 'cara halus' untuk menasehati orang lain. Tanpa menyebutkan nama, kita seolah bisa membicarakan keburukan seseorang kapan saja.

Padahal, menyindir berbeda dengan kritik yang diperuntukan agar perilaku bisa lebih baik. Sindiran justru sebaliknya, diutarakan untuk merendahkan orang lain.

Parahnya lagi, sindiran kini lumrah dilakukan lewat media sosial. Dampaknya pun bisa lebih besar, karena jejak digital akan terus tersimpan dan cepat disebarkan oleh siapapun.

Al-Quran memberikan peringatan tegas mengenai hal ini. Allah SWT berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)." (QS. Al-Hujurat: 11)

Namun, jika sindiran tersebut diutarakan tanpa menyinggung orang, apakah dosanya bisa 'lebih ringan'? Bagaimana agar kita bisa menahan diri untuk tidak menyindir orang lain?

Yuk, temukan jawabannya di Sekilas Dakwah Eps 2 bersama AQUA yang 100 persen murni! Dalam episode kali ini, Ustaz Muhammad Assad akan menjelaskan kita lebih hati-hati dalam menilai orang lain, terutama di bulan Ramadan.

Kamu bisa langsung klik video di bawah ya!

instagram embed