kumparan
7 Feb 2018 17:34 WIB

Titi DJ: Perjalanan Sang Dewi di Industri Hiburan Selama Tiga Dekade

Video
Salah satu penyanyi pop Indonesia, Titi DJ, memulai kariernya 35 tahun yang lalu. Meski album perdana TIti, 'Bukan Hanya Satu Kali', tidak meledak di pasaran, dia tidak menyerah.
ADVERTISEMENT
Titi pun pindah label dan meluncurkan album berjudul 'Imajinasi' di tahun 1984. Namanya pun mulai dikenal saat itu. Di tahun 1988, Titi merilis album 'Ekspresi' yang semakin melambungkan namanya. Dia juga bekerja sama dengan Indra Lesmana di album tersebut.
Hingga kini, Titi telah meluncurkan lebih dari 10 album. Banyak lagu yang ia nyanyikan menjadi hits, seperti 'Bahasa Kalbu', 'Tak Akan Ada Cinta yang Lain', 'Jangan Berhenti Mencintaiku', 'Matamu', 'Hanya Cinta yang Bisa', dan 'Sang Dewi'.
Wanita yang pernah berkompetisi di ajang Miss World ini menggelar konser tunggal pertamanya di tahun 2005 yang bertajuk 'Titi DJ Sang Dewi Live in Concert' di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat.
Titi DJ (Foto: Munady)
Titi juga merupakan penyanyi wanita Asia pertama yang menggelar konser di Marina Bay Sands, Singapura. Penampilannya kala itu membuka jalan bagi para penyanyi Indonesia untuk menggelar konser di sana. Syahrini, Afgan, dan Raisa, pun mengikuti jejak sang diva.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Titi juga memecah rekor MURI atas konser 25 tahunnya berkarier di dunia musik Tanah Air. Konser bertajuk 'Swara Sang Dewi' itu diselenggarakan selama 4 hari dengan 7 kali pertujukan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Titi pun meraih gelar sebagai 'Penyanyi Wanita Pertama Indonesia dengan 4 Hari Konser 7 Kali Pertunjukan'.
Perlahan tapi pasti, namanya semakin meroket. 'Sang Dewi' masih eksis berkarya hingga saat ini. Sebagai salah satu diva yang dimiliki Indonesia--selain Krisdayanti dan Ruth Sahanaya-- Titi juga mengukir segudang prestasi di industri musik, seperti meraih penghargaan untuk 'Album Pop Terbaik' di Anugerah Musik Indonesia 1999 untuk album 'Bahasa Kalbu', 'Penyanyi Rekaman Terbaik' di Anugerah Musik Indonesia 1999, 'Lagu Terbaik' untuk 'Bahasa Kalbu' di Anugerah Musik Indonesia 1999, 'Album Rekaman Terbaik' di Anugerah Musik Indonesia 1999 untuk 'Bahasa Kalbu', dan masih banyak lagi.
ADVERTISEMENT
Tidak heran apabila dia diakui sebagai salah satu diva di blantika musik Indonesia. Setuju?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan