kumparan
19 Feb 2019 15:30 WIB

Transformasi Femmy Permatasari, Pesinetron yang Akan Kembali Menikah

Before-After Femmy Permatasari Foto: infografik: Putri Sarah Arifira/kumparan
Pesinetron Femmy Permatasari bakal melangsungkan pernikahan pada 14 Maret mendatang di Auckland Registry Office, Selandia Baru. Pernikahan itu akan menjadi momen yang kedua bagi perempuan berusia 45 tahun tersebut.
ADVERTISEMENT
Berbagai persiapan tengah dilakukan pemeran sinetron 'Tuyul dan Mbak Yul' ini. Termasuk menjaga kesehatan tubuh serta wajah agar bisa tampil maksimal di hari pernikahan nanti.
Sambil menunggu hari bahagia Femmy Permatasari, yuk kita lihat bagaimana perubahan penampilan calon istri Alfons Martinus Purnomo ini.
Femmy Permatasari lahir di Jakarta 6 Desember 1973. Namanya mulai terkenal saat terlibat membintangi sinetron 'Tuyul dan Mbak Yul' pada 1997 hingga 2002.
Saat pertama kali muncul di dunia hiburan tanah air, wajahnya terbilang masih polos. Potongan rambutnya cukup pendek.
Dalam foto tersebut, kedua mata Femmy terlihat cukup besar. Begitu pula dengan bentuk hidungnya.
Dalam satu wawancara, Femmy mengaku bahwa bentuk wajahnya diturunkan dari ayahnya yang merupakan keturunan dari Belanda.
ADVERTISEMENT
"Mataku sudah besar dan lipatannya sudah tebal, hidungku sudah mancung. Daguku sudah terbelah. Mukaku persis kaya almarhum papi, karena nenek aku, grandma aku itu from Holland, jadi daguku hidungku mancung, ya memang nenekku orang Belanda," kata Femmy dikutip dari program NET Entertainment News.
Akan tetapi, masyarakat banyak yang menduga Femmy kemudian melakukan sejumlah perubahan pada wajahnya. Sebab, tidak seperti pada kemunculannya di awal-awal berkarier, wajah Femmy saat ini dapat terbilang jauh berbeda.
Pemain sinetron 'Demi Cinta' tersebut mengakui melakukan beberapa perawatan untuk wajah. Namun bukan operasi plastik.
Seperti yang Femmy Permatasari lakukan di bagian hidung. Kala itu ia mengalami kecelakaan sehingga tulang hidungnya harus diluruskan.
ADVERTISEMENT
"Nah dulu cuping hidungku kan besar, dan aku pernah tabrakan hebat, tulangnya bengkok, makin lama makin bengkok. Jadi kalau aku tidur pun udah enggak bisa napas dengan enak," katanya.
Setelah berkonsultasi dengan dokter luar negeri, ibu dengan tiga anak tersebut disarankan untuk melakukan perubahan pada area hidung.
"Akhirnya dokter Singapura bilang, 'Itu (hidung) harus diratain tulangnya supaya demi kesehatan ya', supaya normal napasnya. Jadi ya sudah, yang dilakukan itu pelurusan tulang hidung yang bengkok sama cuping aku (seperti) dicubit sedikit," jelasnya.
Hanya saja Femmy Permatasari mengakui melakukan prosedur tanam benang. Hal itu untuk menyesuaikan bentuk hidungnya pascaoperasi.
"Makanya aku tanam benang, karena dulu mukaku kan lebar, agak cubby, agak persegi. Nah karena ditarik benang pasti mukaku jadi lebih kecil, jadi lebih tirus. Nah daguku lebih panjang, betul. Ya karena aku tanam lemak sama filler," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Bagaimana menurut kalian?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan