5 Pesan Moral Drama Korea 'Welcome to Waikiki'

Sejak tayang pada 5 Februari 2018 lalu, 'Welcome to Waikiki' hingga kini menjadi salah satu tayangan yang banyak diperbincangkan oleh penggemar drama Korea Selatan. Dengan mengusung jalan cerita yang ringan serta adegan-adegan lucu yang ditampilkan menjadi daya tarik utama drama ini.
Drama ini menceritakan kisah tiga orang pemuda yang hidup dalam sebuah penginapan yang mereka kelola. Suasana dalam penginapan yang bernama 'Wakiki' tersebut mulai berubah sejak seorang ibu tunggal yang membawa bayi tinggal bersama dengan ketiganya.
Selain menghibur drama ini tetap menyelipkan pesan moral yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini lima pesan moral yang terdapat dalam drama 'Welcome to Waikiki'
1. Pantang menyerah
Pada episode pertama ketiga tokoh utama dalam drama ini harus menghadapi masalah keuangan. Penginapan yang mereka kelola tengah diambang kebangkrutan bahkan karena tidak mampu membayar tagihan dan aliran air mereka diputus. Bukan hanya itu, pemilik bangunan juga telah menagih uang kontrak dari bangunan yang mereka tempati.
Ditengah kesulitan, mereka tidak pantang menyerah. Kang Dong-gu, Lee Joon-ki, dan Bong Doo-sik memutuskan untuk berjuang bersama dan terus mencari jalan keluar untuk semua kesulitan yang mereka hadapi.
2. Tidak mengandalkan orang tua
Karakter Lee Joon-ki dalam drama ini diceritakan sebagai aktor yang selalu berusaha sendiri. Ia mencari peran dalam drama atau film yang dibintanginya tanpa bantuan siapapun. Ia tidak merasa berkecil hati dan selalu bersyukur meskipun hanya sebagai figuran. Padahal ayahnya merupakan seorang aktor senior yang cukup terkenal.
Lee Joon-ki bahkan tidak pernah menyinggung siapa ayahnya saat ia melakukan audisi, karena dirinya ingin diakui sebagai aktor karena bakatnya bukan karena ayahnya. Ia sangat kecewa ketika mendapat peran penting dalam sebuah film karena ayahnya hingga akhirnya ia memilih keluar.
3. Selalu bersyukur
Lee Joon-ki merupakan karakter yang selalu berpikiran positif dan selalu bersyukur. Saat membeli sebuah mobil bekas yang ia beri nama Rebecca, ia selalu bersyukur meskipun mobilnya tidak sebagus mobil aktor lain. Ia bahkan tetap bisa bersyukur saat mobil tersebut mengalami kerusakan.
Disaat Kang Dong-gu mengeluh karena semua yang direncanakannya tidak berjalan sesuai rencana, Lee Joon-ki hadir memberikan motivasi. Ia mengatakan dibalik keluhan sebenarnya banyak hal yang bisa disyukuri.
4. Berani mengakui kesalahan dan jujur
Saat mabuk Lee Joon-ki tidak sengaja mematahkan kamera kesayangan Kang Dong-gu tanpa diketahui oleh orang lain. Karena takut dimarahi oleh Kang Dong-gu, ia memilih untuk menyimpan rasa bersalah selama berhari-hari.
Namun selama menyimpan rahasia itu, hidup Lee Joon-ki tidak tenang. Selain itu ia juga tidak tega terus membohongi sahabatnya itu. Akhirnya ia memberanikan diri mengakui kesalahannya dan berkata jujur kepada Kang Dong-gu.
5. Tidak memandang rendah orang lain
Saat menemani Bong Doo-sik bekerja di sebuah supermarket, Min Soo-ah bertemu dengan seorang pemilik restoran yang sangat kasar. Pemilik restoran tersebut memperlakukan Doo-sik sebagai pesuruh karena ia pekerja paruh waktu.
Kesal dengan hal itu, Soo-ah pun mengajak Doo-sik untuk makan di tempat yang dikelola oleh pemilik restoran tersebut. Soo-ah menegur pemilik restoran karena bersikap kasar kepada Doo-sik, yang saat itu merupakan pelanggan di tempatnya. Ia juga mengatakan untuk tidak memandang rendah orang lain hanya karena jabatan yang dimilikinya.
