Bentuk Bangunan di Drama The King: Eternal Monarch Picu Kontroversi

kumparanK-POPverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Drama Korea The King: Eternal Monarch. Foto: Instagram/@sbsdrama.official
zoom-in-whitePerbesar
Drama Korea The King: Eternal Monarch. Foto: Instagram/@sbsdrama.official

Belum lama tayang, serial drama The King: Eternal Monarch terseret kontroversi. Pemicunya, karena desain bangunan dalam drama disebut mirip dengan kuil Jepang.

Dilansir Soompi, kontroversi mulai meluas di internet sejak The King: Eternal Monarch tayang perdana pada 17 April lalu. Penonton merasa, gambar yang digunakan dalam salah satu cuplikan video pembuka, mirip bangunan kuil Jepang, yakni kompleks Tōdai-ji.

Ada pula bangunan yang mirip dengan pagoda lima lantai kuil Kōfuku-ji khas Jepang. Desain bangunan tersebut digunakan The King: Eternal Monarch, untuk menggambarkan kerajaan Korea dalam drama fiksi tersebut.

Bangunan di drama The King: Eternal Monarch. Foto: Youtube SBS

Selain itu, penonton juga menemukan kemiripan antara stempel kerajaan Korea yang digunakan dalam drama, dengan stempel pemerintahan Jepang.

Kontroversi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat Korea Selatan, karena adanya konflik antara Jepang dan Korea yang berlangsung selama lebih dari tujuh abad.

Stempel dalam The King Eternal Monarch. Foto: YouTube/SBS

Sebut saja saat Korea dijadikan koloni oleh Jepang pada Perang Dunia II, dan selisih perdagangan baru-baru ini. Meskipun fiksi, penggambaran kerajaan Korea yang terinspirasi dari Jepang dalam drama tersebut akhirnya menimbulkan kontroversi.

Atas kontroversi ini, pihak rumah produksi pun menyampaikan pernyataan pada Senin (20/4). Di awal pernyataan, mereka menjelaskan bahwa bentuk stempel Kerajaan Korea merupakan bunga plum ganda, yang dibuat dengan filosofi kerajaan monarki. Sehingga hal tersebut tak ada hubungannya dengan desain stempel Jepang.

"Dalam kasus (bangunan) pagoda kayu, kami menggunakan pagoda kayu lima tingkat Baekje, yang dipajang di Kompleks Reproduksi Sejarah Baekje, sebagai dasar (inspirasi)," lanjut pihak produksi.

Mereka berharap, reka ulang pagoda kayu bersejarah tersebut di dalam drama tidak menjadi soal bagi penonton.

"Namun, dalam kasus pagoda kayu dua lantai, kami menggunakan fitur kuil buddha Korea dan istana kerajaan China sebagai dasar untuk membuat pagoda kayu fiksi. Kami telah memverifikasi bahwa beberapa fitur kuil Jepang (memang) digunakan dalam proses tersebut."

"Itu jelas kesalahan kami, apa pun alasannya kami tidak memperhatikan setiap detail dalam proses mendesain dunia fiksi kerajaan Korea, dan kami dengan tulus meminta maaf," jelas pihak produksi.

Drama Korea The King: Eternal Monarch. Foto: Instagram/@sbsdrama.official

Mereka juga mengatakan, pihak produksi akan memperbaiki kesalahan tersebut dalam episode tiga, yang akan tayang 24 April mendatang. Selain itu, episode satu dan dua yang tayang melalui on demand atau streaming juga akan diperbaiki.

The King: Eternal Monarch sendiri mengisahkan Lee Gon (Lee Min Ho), kaisar Korea dari dunia monarki dan Jung Tae Eul (Kim Go Eun), detektif dari dunia modern. Keduanya bertemu setelah pintu paralel dunia masing-masing secara misterius terbuka.

Drama ini sedang tayang di SBS, setiap Jumat dan Sabtu.

Laporan: Thahira