BTS Bantah Tuduhan Manipulasi Tangga Lagu Billboard
·waktu baca 2 menit

BTS membantah dengan tegas tuduhan oleh warganet yang menyebut mereka memanipulasi tangga lagu Billboard.
RM BTS selaku leader mengatakan, tuduhan dan kecemburuan itu ditujukan pada BTS karena mereka bukan berasal dari Amerika Serikat dan merupakan grup K-pop.
"Rasanya kami menjadi sasaran empuk karena kami adalah boy band, artis K-pop, dan kami memiliki loyalitas penggemar yang tinggi," kata RM menjawab masalah tuduhan itu, dilansir Yonhap.
BTS juga mengusulkan jika pengelola tangga lagu mungkin bisa mengubah aturan agar hasil lebih adil.
Sementara, kepala agensi Big Hit Music yang menaungi BTS ikut ambil suara dan menyebutkan kehadiran grup itu sebenarnya bukan untuk sekadar menduduki tangga lagu. Namun bisa memberikan penampilan yang baik bagi para penggemar di seluruh dunia.
"Saya mengerti bahwa ada perkembangan pasar (terkait dengan BTS) yang membuat pusing sebagian orang. Tapi saya tidak percaya pasar AS adalah satu-satunya yang dapat dengan mudah dipuncaki oleh unduhan saja. Kami pikir dampak lagu-lagu itu ditunjukkan dalam banyak hal, dan kami bangga dengan pencapaian itu," kata Presiden Big Hit Music, Shin Young Jae.
Dia menambahkan, BTS tidak dimaksudkan untuk bisa diterima sepenuhnya oleh arus utama musik saat ini. Tapi mereka akan tetap menunjukkan warna tersendiri, karya terbaik, serta bisa menjangkau sebanyak mungkin penggemar di seluruh dunia.
"Saya tidak berpikir kami bisa menjadi bagian dari arus utama di AS, dan saya juga tidak menginginkannya. Tujuan utama kami adalah melakukan tur stadion besar-besaran di sana. Itu saja," pungkas Shin Young Jae.
Tuduhan kepada BTS
Untuk Billboard Hot 100, poin lagu bisa menempati tangga lagu dinilai dari banyaknya jumlah penjualan album fisik, jumlah unduhan, streaming, dan penyiaran di stasiun radio.
Lagu Butter dan Permission to Dance sudah berada di puncak tangga lagu tersebut selama 10 minggu berturut- turut.
Namun, banyak penggemar dari musisi seperti Olivia Rodrigo dan Dua Lipa yang merasa grup K-pop itu telah melakukan manipulasi. Sebab banyaknya ARMY--penggemar BTS--yang disebut membeli album BTS secara besar-besaran.
