Entertainment
·
23 Maret 2020 17:02

Chanyeol dan Baekhyun EXO Dukung Pengungkapan Kasus Kekerasan Seksual Nth Room

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Chanyeol dan Baekhyun EXO Dukung Pengungkapan Kasus Kekerasan Seksual Nth Room (2190)
Baekhyun dan Chanyeol EXO. Foto: SM Entertainment
Dua anggota EXO, Chanyeol dan Baekhyun, baru-baru ini mengunggah sebuah screen shot petisi, soal pengungkapan kasus kekerasan seksual, yang dikenal dengan julukan Nth Room. Keduanya Berharap agar para pelaku bisa dihukum dengan setimpal.
ADVERTISEMENT
Lewat Instagram Story masing-masing pada Senin (23/3), Chanyeol dan Baekhyun mengunggah sebuah screen shot berupa petisi yang diajukan kepada The Blue House, atau pemerintah pusat Korea Selatan. Petisi ini dibuat setelah kasus kekerasan seksual Nth Room terungkap beberapa hari terakhir.
Tak banyak kata yang kedua idola ini sampaikan, namun Chanyeol dan Baekhyun berharap para pelaku, dan mereka yang berpartisipasi dalam kekerasan seksual Nth Room bisa mendapat hukuman yang setimpal.
Dilansir koreaherald.com, kasus Nth Room terungkap pekan lalu setelah salah seorang pelaku bermarga Cho ditangkap pihak kepolisian.
Dari situ terungkap adanya eksploitasi terhadap lebih dari 70 perempuan termasuk anak-anak dan remaja di bawah umur. Pelaku memaksa korban untuk merekam video berisi konten seksual, dan menyebarkannya di ruang chat berbayar di Telegram. Ada lebih dari 260.000 pengguna dalam ruang chat tersebut, yang membayar sejumlah uang untuk mendapatkan konten seksual.
ADVERTISEMENT
Tagar #nthroom_stop, #NthRoomCase, dan #nthroom digunakan netizen Korea di Twitter, meminta pihak berwajib dan pemerintah setempat untuk membongkar kasus kekerasan seksual ini.
Publik yang marah atas kasus ini pun membuat sebuah petisi berisi pengungkapan identitas dan permintaan agar hukuman berat diberikan kepada pelaku. Petisi tersebut diajukan kepada Cheong Wa Dae (pemerintah pusat Korea Selatan). Petisi ini telah mengumpulkan lebih dari 2,2 juta tanda tangan per hari Senin pukul 03.00 pagi waktu setempat
Menanggapi petisi tersebut, pihak The Blue House pun memberikan pernyataan.
Mereka mengatakan, Presiden Moon Jae In secara tulus menyampaikan rasa duka kepada para korban, termasuk 16 anak-anak dan remaja perempuan. Pemerintah Korea Selatan akan memberikan semua bantuan yang diperlukan para korban, termasuk konseling hukum dan medis, serta penghapusan video ilegal.
ADVERTISEMENT
"Tindakan para pelaku Nth Room adalah tindakan kejam yang menghancurkan kehidupan manusia. Polisi harus melihat kasus ini sebagai kejahatan serius dan menghukum para pelaku," ungkap The Blue House.
Selain itu Moon Jae In menekankan, seluruh anggota grup chat Nth Room harus diselidiki, bukan hanya para operatornya saja. Ia juga meminta kepolisian nasional untuk membentuk sebuah tim investigasi, untuk menangani kasus tersebut.