Curhatan Alphiandi, YouTuber K-Pop Asal Indonesia

Bagi sebagian para penggemar K-Pop, video reaksi atau yang biasa dikenal reaction video bukanlah hal yang asing lagi. Menonton reaksi orang yang sedang menonton video klip idola kesayangan menjadi satu hal yang menyenangkan dan tentunya menghibur.
Dibalik video reaksi yang banyak bertebaran di YouTube, tentunya peran YouTuber sangatlah penting. Tak hanya dari luar negeri, Indonesia juga memiliki banyak YouTuber yang sering mengunggah video reaction di akun YouTubenya.
Salah satunya adalah Alphiandi.
Bagi beberapa penggemar K-Pop Indonesia, nama Alphiandi mungkin sedikit tidak asing lagi. Ia dan rekannya, Tiffani Afifa, pernah menjuari kompetisi menyanyi 'KBS K-pop World Festival' di Korea Selatan pada 2017 lalu.
Selain disibukkan dengan kegiatannya sebagai mahasiswa Komunikasi di sebuah universitas di Jakarta, ia juga dikenal sebagai YouTuber. Dalam akun YouTube miliknya, @Alphiandi, ia sering mengunggah video reaksi saat melihat video klip terbaru dari beberapa artis K-Pop.
Saat dihibungi oleh tim kumparanK-Pop, ia mengatakan ide membuat video reaction muncul karena terinspirasi dari video reaksi yang dihasilkan oleh YouTuber luar negeri.
"Terinspirasi (awalnya) tahun 2015 karena banyak channel luar negri yang buat juga, tapi baru mulai tahun 2016," ujar Alphiandi saat dihubungi tim kumparanK-Pop.
Tak ada kriteria tertentu saat hendak membuat video reaksi. Namun, Alphiandi mengatakan hanya akan membuat video reaksi dari video klip yang ia inginkan saja. Sehingga tak semua video klip terbaru K-Pop ia buat video reaksinya.
Dalam membuat video reaksi yang dihasilkannya, Alphiandi juga sering mengajak teman-teman non-fans dan sama sekali tidak mengenal dunia K-Pop untuk bergabung bersama. Respons yang spontan dan lucu menjadi alasan utama ia mengajak teman-temannya untuk terlibat dalam video tersebut.
Konsep video klip dan visual para artis K-Pop yang tampil di video klip, menjadi hal yang paling sering dikomentari oleh teman-temannya yang bukan penggemar K-Pop. Mereka juga sering memberikan komentar lucu saat melihat video K-Pop.
Tentu dari video yang dihasilkan Alphiandi, ada tayangan tertentu yang menarik perhatian banyak fans.
"Video dari grup-grup besar seperti BTS, EXO, Twice, Blackpink, Wanna One, dan Red Velvet biasanya akan mendapat apresiasi yang lebih besar, jika dibandingkan artis K-Pop lainnya," kata Alphiandi.
Selama menjadi YouTuber ini, ia pernah mendapat respons negatif dari mereka yang mampir ke akun YouTube-nya.
"Di-bash pernah, cuma sedikit dan enggak terlalu terganggu, sih karena masih biasa aja," tambahnya.
Ia juga menambahkan ada sisi positif dan negatif soal menjadi YouTube MV reaction di Tanah Air.
"Sisi negatifnya adalah kita (para youtuber) harus rela tidak bisa menguangkan video kita. Karena semua AdSense dari video reaksi akan lari ke agency kpop dari grup yang kita reaksiin. Sementara sisi positif dari video reaction, adalah bisa dikenal sama fanbase-fanbase grup K-Pop di Indonesia," jawabnya.
Lebih lanjut Alphiandi mengatakan bahwa semua Youtuber yang membuat video reaksi dari video klip artis-artis K-Pop tak mendapat royalti sama sekali. Karena ada beberapa hal mengenai hak cipta yang harus disepakati oleh para YouTuber, salah satunya dalam bentuk 'copyright goes to owner'.
Dalam hal tersebut 'owner' adalah agensi atau perusahaan yang membuat dan menghasilkan lagu serta video klipnya. Sehingga agensi atau perusahaan tersebut berhak mengklaim bahwa royalti AdSense adalah miliki mereka.
Ia juga menanggapi perihal isu sweeping yang dilakukan oleh agensi CJ E&M yang kabarnya akan menarik video-video reaksi para YouTuber yang menggunakan video dengan hak cipta mereka.
"Saya sih belum tahu akan seperti apa ke depannya, tapi cuma bisa berdoa semoga channel saya tidak terkena masalah apa-apa," lanjutnya.
Karena masalah hak cipta, ia mengatakan hanya membuat reaction video hanya dari video klip artis K-pop. Menurutnya akan sangat berbahaya jika membuat video reaksi dari tayangan TV lainnya seperti drama. Bila ada YouTuber yang berani membuat video reaksi dari drama, biasanya video atau channel YouTubenya akan di take-down oleh pihak yang memiliki hak cipta resmi.
