Deretan Kasus Mecimapro: Dugaan Penggelapan Dana hingga Polemik Refund Tiket
ยทwaktu baca 3 menit

Nama promotor konser K-Pop Mecima Pro kembali menjadi sorotan. Kali ini, Polda Metro Jaya menetapkan Direktur PT Melania Citra Permata atau Mecima Pro, Fransiska Dwi Melani, sebagai tersangka atas dugaan penggelapan dana.
Kasus ini dilaporkan oleh PT Media Inspirasi Bangsa (MIB) yang sebelumnya bekerja sama dengan Mecima Pro dalam penyelenggaraan konser TWICE di Jakarta pada 23 Desember 2023.
Kuasa hukum PT MIB, Aldi Rizki, menjelaskan bahwa perkara ini bermula dari kerjasama konser musik K-Pop TWICE di Jakarta pada 23 Desember 2023. Melani diduga telah menipu dan menggelapkan dana yang diberikan oleh PT MIB untuk konser tersebut.
Setelah serangkaian upaya komunikasi dan somasi tidak membuahkan hasil, pihak PT MIB akhirnya melaporkan Melani melalui LP Nomor LP/B/187/I/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA atas nama Fransiska Dwi Melani.
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan Mecima Pro selama beberapa tahun terakhir. Berikut ini deretan kasus yang menjerat Mecima Pro
Kisruh Refund Konser Day6
Di awal tahun 2025, promotor ini lebih dulu menuai protes besar-besaran dari penggemar K-Pop, khususnya MY Day, sebutan untuk penggemar Day6. Masalah ini bermula ketika Mecima Pro mengumumkan perubahan lokasi konser Day6, dari Jakarta International Stadium (JIS) ke Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK) dengan alasan teknis.
Pemindahan mendadak tersebut membuat banyak penggemar kecewa karena banyak penggemar yang sudah menyiapkan akomodasi dan transportasi dari jauh-jauh hari.
Situasi semakin rumit ketika sejumlah pembeli tiket mengeluhkan belum menerima tiket elektronik (e-ticket) meski pembayaran telah berhasil dilakukan melalui situs Mecimashop. Sementara itu, pembeli yang menggunakan platform Tiket.com juga menghadapi ketidakjelasan karena pihak Mecima Pro belum mengirimkan Seat Number (SN) dan Queue Number (QN) menjelang konser.
Mecima Pro pun menyediakan opsi refund yang bisa diajukan mulai 3 April hingga 5 April 2025. Namun, dari pantauan akun MY Day Berserikat, proses pengembalian dana hingga kini belum diselesaikan seluruhnya.
Kasus Refund Konser IVE
Bukan hanya konser Day6, konser IVE yang awalnya dijadwalkan pada 13 dan 14 Januari 2024 juga sempat mengalami penundaan hingga Agustus 2024. Penundaan itu diikuti keluhan dari penonton yang mengaku proses refund berlangsung lama.
Ketidakjelasan Queue Number (QN) di Konser Treasure
Banyak penggemar juga melayangkan protes terkait tiket konser Treasure Relay Tour Reboot in Jakarta pada 2024. Mereka menemukan sejumlah kejanggalan pada Queue Number (QN) yang diberikan pihak promotor. Padahal, sebagian penggemar telah mengeluarkan biaya lebih besar untuk kategori tiket tertentu, namun justru mendapatkan QN yang lebih besar dibandingkan pembeli lain.
Penukaran Tiket Konser Seventeen Kacau
Konser Seventeen <Right Here> World Tour in Jakarta juga sempat diwarnai kekacauan menjelang hari pelaksanaan. Promotor menetapkan aturan bahwa penukaran tiket tidak dapat dilakukan di lokasi konser, melainkan hanya di Lotte Mall Jakarta pada periode 4 hingga 9 Februari 2025.
Aturan tersebut menuai protes dari para penggemar. Sebab, lokasi dan sistem penukaran tiket dinilai menyulitkan dan merugikan banyak pihak. Situasi semakin memanas setelah muncul foto dan video di media sosial yang memperlihatkan antrean panjang mengular di area penukaran tiket.
Meskipun penukaran seharusnya dilakukan di Fun Atrium lantai 3, antrean justru meluas hingga ke luar mal, bahkan mencapai area jalan dan tanah lapang. Kondisi ini dinilai membahayakan karena banyak kendaraan melintas di sekitar antrean.
Salah satu Carat bahkan mengalami kecelakaan karena kakinya terlindas mobil saat mengantre di area basement mal. Penggemar juga mengeluhkan sistem pembagian wristband yang dianggap tidak rapi, sehingga berisiko hilang atau tercecer.
