GOT7 Sebut Takkan Bubar Setelah Kontrak Mereka Habis

Grup idola K-Pop, GOT7, baru saja kembali dengan mini album berjudul 'Spinning Top: Between Security & Insecurity' pada Senin (20/5). Sebelumnya, mereka sempat membicarakan mengenai masa depan grup tersebut dalam sebuah wawancara bersama media Korea Selatan.
Berdasarkan laporan Soompi, GOT7 membahas soal 'kutukan tujuh tahun' (7 year jinx) yang biasa menimpa grup idola K-Pop. Istilah ini digunakan untuk menyebut bubarnya para grup idola K-Pop di tahun ketujuh. Sebab, umumnya, pada tahun ketujuh, kontrak idola dengan dengan agensi yang menaunginya berakhir.
Pembicaraan mengenai kontrak, tentu harus dihadapi oleh grup besutan JYP Entertainment yang debut di tahun 2014 ini. JB selaku leader mengatakan, grup pelantun 'Fly' ini memiliki pendapat yang sama mengenai arah karier mereka.
"Benar bahwa tak punya banyak waktu yang tersisa dalam kontrak kami. Namun, kami bertujuh punya pendapat yang sama. Kami akan terus melangkah dengan tujuh orang anggota," ujar pemilik nama asli Im Jae Bum itu.
Anggota lainnya, Jinyoung, menimpali ucapan JB. Menurutnya, zaman telah berubah dan kini ada banyak grup idola K-Pop yang telah melewati 'kutukan' tersebut. Ia juga mengatakan, GOT7 tidak pernah memikirkan mengenai perpisahan karena melihat ke sekelilingnya.
"Karena kami punya senior-senior dekat yang telah bersama-sama melakukan promosi untuk waktu yang lama, kami tak pernah berpikir, 'Apakah kita akan berpisah setelah tujuh tahun?'," tutur Jinyoung.
Sementara, Mark mengatakan bahwa GOT7 dulu sering membicarakan soal kelanjutan aktivitas mereka dengan tujuh orang anggota. Ia beranggapan, kini mereka jadi lebih sadar dengan masalah itu karena orang-orang di sekitarnya mulai bertanya soal perpanjangan kontrak GOT7.
Menutup wawancara, JB kembali menekankan keinginan mereka untuk terus beraktivitas bersama.
"Kurasa, kami semua menyadari bahwa akan sulit bagi kami untuk sepenuhnya melakukan promosi sendirian, tanpa anggota lainnya," ujar JB.
"Oleh karena itu, kami akan terus menjaga keberadaan 'GOT7'," pungkasnya.
Bagaimana menurutmu?
