Kontestan Produce 101 Season 2 Tuntut CEO Atas Tuduhan Pelecehan

Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan K-Pop. Enam orang calon idola (trainee) K-Pop dari agensi yang berpartisipasi dalam survival show 'Produce 101 Season 2', melaporkan seorang wanita yang merupakan CEO agensi mereka ke pihak berwenang.
Kabar ini pertama kali tersiar pada Selasa (29/1), saat YTN News melaporkan bahwa keenam trainee itu telah mengajukan gugatan hukum ke Kantor Jaksa Umum Distrik Pusat Seoul. Pada 18 Januari 2019, mereka menuntut sang CEO (selanjutnya disebut sebagai A) dan istri adik laki-lakinya (B), yang juga merupakan investor dalam perusahaan tersebut, karena dianggap telah melakukan kekerasan seksual.
Hingga kini, identitas keenam trainee maupun para tergugat ini masih dirahasiakan. Namun, beberapa detail mengenai kejadian di balik gugatan ini telah diungkapkan.
Dilansir Soompi, secara total, kejadian ini melibatkan 10 orang trainee, termasuk keenam pelapor. Ketika itu, mereka berada di Negeri Sakura untuk membawakan beberapa penampilan selama kurang lebih satu bulan lamanya.
Kemudian, pada 28 September 2018, ke-10 trainee dan kedua tergugat menggelar makan malam bersama di Tokyo, setelah menyelesaikan pertunjukan di Jepang. Saat itulah pelecehan ini disebut terjadi.
"Saat itu, 'A' dan 'B' menganiaya sebagian trainee dengan menyentuh bagian tubuh mereka, yang berujung pada penghinaan seksual dan juga personal," tulis para trainee dalam gugatan mereka.
Selanjutnya, diketahui bahwa sebagian dari trainee yang menggugat CEO-nya adalah mantan kontestan 'Produce 101 Season 2' . Kemudian, di antara trainee yang hadir di restoran malam itu masih berada di bawah umur, meski mereka bukan korban dalam kejadian ini.
Perwakilan hukum para korban mengatakan, saat ini para trainee, termasuk para korban dan mereka yang masih berada di bawah usia, sedang mendapatkan pertolongan psikiater. Mereka juga disebut telah mengajukan pembatalan kontrak kepada Pengadilan Distrik Pusat Seoul.
"Sebagai kepala dan istri dari investor perusahaan, tergugat 'A' dan 'B' bisa mengeluarkan pengaruh kuat terhadap para penggugat. Oleh karena itu, para penggugat menyalahgunakan kebebasan para penggugat, dengan menggunakan status serta kekuasaan mereka dan melakukan pelecehan seksual," sebut pengacara para trainee.
Meski demikian, baik 'A' maupun 'B' telah menyanggah tuduhan tersebut. Seorang pengacara yang mewakili kedua tergugat juga mengatakan mereka akan membuktikan kebenaran kasus ini lewat prosedur hukum.
Bagaimana menurutmu?
