Kurang Populer Jadi Alasan 5 Grup K-Pop ini Dibubarkan

Persaingan menjadi idola K-Pop di industri hiburan Korea Selatan sangat ketat. Grup baru dan grup yang sudah debut cukup lama harus saling bersaing untuk bisa menarik perhatian penggemar musik K-Pop.
Karena persaingan yang begitu ketat, menyebabkan banyak grup idola yang berguguran. Begitu juga dengan kelima grup K-Pop berikut ini. Kurang populer menjadi alasan utama kelimanya harus rela dibubarkan oleh pihak agensi.
Ada grup yang kamu kenal?
1. The Ark
Grup ini debut dari agensi Music K Entertainment pada 2015. Mereka merilis single berjudul 'The Light'. The Ark sendiri terdiri dari lima anggota yaitu Jeon Minju, Yuna Kim, Jung Yujin, Lee Halla, dan Cheon Jane.
Girlband ini sempat mencuri perhatian warganet dan pecinta musik K-Pop lewat penampilan live dan lagu rap mereka. Namun hanya saat perilisan lagu 'The Light' saja namanya bergaung. Setelah itu, grup ini bak menghilang ditelan bumi dan nama mereka semakin tenggelam.
Pada 2016 pihak agensi mengumumkan bahwa Yuna Kim dan Jeon Minjoo sudah meninggalkan The Ark. Music K juga membatalkan kontrak keduanya atas permintaan masing-masing karena perbedaan warna musik. Setelah kepergiaan keduanya, The Ark seakan kehilangan arah sehingga akhirnya dibubarkan.
2. BoM
Bagi sebagian penggemar Winner, nama grup BoM mungkin tidak asing lagi. Sebelum bergabung menjadi anggota Winner, Mino sudah pernah melangsungkan debut bersama grup ballad ini pada 2011 silam.
Dengan menggunakan nama panggung Tangoon, ia dipilih sebagai rapper dalam grup tersebut. Namun karena grup ini kurang terkenal, BoM harus rela dibubarkan setelah dua tahun debut. Selama masa berkarier, BoM hanya memiliki dua lagu yaitu 'Burning Rose' dan 'Dear Feelings Dear Heart'.
3. 5Dolls
Grup ini merupakan grup junior dari T-ara, yang melangsungkan debutnya pada 2011. Keempat anggota grup ini yaitu Lee Soo-mi, Heo Chan-mi, Ryu Hyo-young dan Jin Hye-won terpilih dari beberapa grup seperti Core Contents Media dan Coed School.
Karena kurangnya minat pasar akan Coed School maka pihak agensi memutuskan untu membentuk dua tim dari grup tersebut. Anggota wanita bergabung menjadi girlband 5Dolls. Untuk melengkapi grup Seo Eun-kyo ditambahkan kedalam 5Dolls.
Segala hal dilakukan pihak agensi untuk memperkenalkan 5Dolls, termasuk membuat kolaborasi beberapa anggotanya dengan anggota T-ara dan The SeeYa yang saat itu sedang populer di Korea Selatan. Bukan hanya itu, grup tersebut juga berkali-kali harus mengalami perubahan formasi karena anggota yang keluar dan penambahan anggota baru.
Namun usaha agensi seperti tidak memiliki hasil, hingga akhirnya 5Dolls resmi dibubarkan pada 2015. Alasan utama grup ini dibubarkan adalah karena grup ini kurang menghasilkan pendapatan jika dibandingkan dengan grup senior mereka, T-ara.
4. Madtown
Sebelum resmi dibubarkan, Madtown sempat menjalani masa hiatus karena grup ini tidak memiliki jadwal. Pasalnya. CEO dari agensi GNI Entertainment ditangkap terkait kasus penipuan yang ia lakukan. Setelah ditinggal sang CEO, satu persatu pegawai GNI Entertainment meninggalkan perusahaan, termasuk staf, pegawai eksekutif hingga manajer. Hal itu mengakibatkan anggota MADTOWN terlantar dan tidak ada yang mengurus karena kekosongan di pihak manajemen.
Namun, salah satu mantan anggota, H.O, belum lama ini mengungkapkan bahwa kurang terkenal menjadi salah satu alasan mengapa Madtown memilih untuk bubar. Ia mengatakan sejak debut pada tahun 2014, grupnya tidak terlalu banyak dikenal dan kurang menghasilkan bagi perusahaan mereka. Sehingga para anggota memutuskan untuk memilih berkarier sendiri-sendiri.
5. TwiLight
Sebagian penggemar K-Pop mungkin masih asing dengan nama grup ini. Grup yang beranggotakan tujuh orang ini memulai debutnya pada 2011 lalu dibawah Yein Entertainment. Nama mereka sempat timbul saat beberapa anggotanya ikut terlibat dalam soundtrack drama 'Rooftop Prince'.
Setelah itu nama mereka mulai redup hingga akhirnya dibubarkan hanya berselang satu tahun sejak debut. Sama seperti Madtown, salah satu anggotanya, Siwan, mengungkapkan bahwa kurang populer dan tidak terlalu menghasilkan menjadi alasan utama grup tersebut dibubarkan.
