Lee Minho Sampaikan Duka Cita atas Tragedi Kanjuruhan

3 Oktober 2022 10:41
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Lee Minho dalam drama The King: Eternal Monarch.  Foto: Netflix
zoom-in-whitePerbesar
Lee Minho dalam drama The King: Eternal Monarch. Foto: Netflix
ADVERTISEMENT
Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu malam (1/10) menyisakan luka yang mendalam bagi warga. Peristiwa yang menewaskan sebanyak 125 orang ini pun menyedot perhatian dunia.
ADVERTISEMENT
Salah satunya adalah aktor Korea Selatan, Lee Minho. Ia menyampaikan pesan dukanya melalui akun media sosial Instagramnya. Pemain drama The King: Eternal Monarch itu mengunggah sebuah gambar berlatar hitam.
"pray for indonesia kanjuruhan," tulis Lee Minho pada Minggu (2/10).
Seperti diketahui, Lee Minho memang sudah beberapa kali berkunjung ke Indonesia. Aktor kelahiran 1987 itu pertama kali datang ke Indonesia tahun 2013.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ia menggelar jumpa fan yang bertajuk Lee Minho Global Fan Meeting First Love With Indonesia. Acara tersebut berlangsung pada tanggal 23 Maret 2013 di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC).
Kemudian, pemain drama Boys Over Flowers itu kembali mengunjungi Indonesia pada 2019. Ia dilaporkan berkunjung ke Pulau Dewata untuk melakukan pemotretan.
ADVERTISEMENT

Tragedi di Kanjuruhan

Sejumlah polisi melintas di pinggir lapangan Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). Foto: Zabur Karuru/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah polisi melintas di pinggir lapangan Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). Foto: Zabur Karuru/Antara Foto
Tragedi di Stadion Kanjuruhan bermula usai Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya. Para penonton menyerbu lapangan saat pertandingan berakhir.
Kerusuhan pun pecah, petugas keamanan melepaskan gas air mata ke tribune, dan muncul kepanikan. Banyak penonton yang pingsan dan sesak napas, sementara petugas medis kekurangan personel.
Korban berjatuhan pun tak dapat dihindari. Akibat tragedi ini, korban tewas dilaporkan sebanyak 125 orang. Korban tewas rata-rata karena sesak napas akibat gas air mata yang ditembakkan ke tribune.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020