PETA Tuduh BTS Dukung Kekerasan Hewan karena Menu Kolaborasinya dengan McDonalds

kumparanK-POPverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Protes terhadap BTS dan RM dalam promosi BTS Meal dok IG Petaasia dan Mcdonald's
zoom-in-whitePerbesar
Protes terhadap BTS dan RM dalam promosi BTS Meal dok IG Petaasia dan Mcdonald's

McDonald's berkolaborasi dengan BTS dalam menu terbaru, BTS Meal. Namun People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) justru menentangnya.

Dikutip dari Koreaboo, PETA menyuarakan keprihatinannya dan menuduh BTS mempromosikan kekerasan hewan.

Menurut investigasi PETA, produsen ayam di Baiada, Australia, yang menjadi pemasok untuk McDonald's dan perusahaan lain, melakukan kekerasan terhadap hewan.

kumparan post embed

Protes ini disampaikan lewat unggahan di media sosial @petaasia, yang menunjukkan foto seseorang mengenakan kaus bertulisan 'BT12', sambil memegang poster, "Penggemar ini dikecewakan. BTS, hentikan promosi ayam mati".

Dari unggahan diketahui foto ini diambil di McDonald's Kuala Lumpur, Malaysia. Negara tersebut jadi salah satu yang pertama menerima BTS Meal.

embed from external kumparan
kumparan post embed

Dalam unggahan lain, PETA Asia menulis, "You're butter than this, BTS", yang merupakan permainan kata dari better (dalam bahasa Indonesia, "lebih baik") dan merujuk pada lagu baru mereka berjudul Butter.

"Bekerja sama dengan McDonald's untuk BTS Meal menunjukkan BTS tidak peduli terhadap ayam yang sengsara, dan lehernya dipotong untuk McNuggets," tulisnya.

"Ayam bukan untuk nugget, tapi makhluk hidup," lanjut PETA.

embed from external kumparan

Tanggapan ARMY BTS

PETA mengeklaim ARMY--sebutan para fans BTS--merasa dikecewakan karena idolanya mempromosikan untuk mengkonsumsi chicken nugget.

Namun, beberapa ARMY menanggapinya dengan membela RM cs dan menyebut organisasi tersebut tidak konsisten.

Sebagian dari ARMY juga mengatakan PETA memilih BTS dan McDonald's hanya untuk menarik perhatian publik.

kumparan post embed
X post embed
X post embed
X post embed

Laporan: Afifa Inak