Round Up: Kontroversi Lagu What Do You Think Milik Suga BTS

Belum lama ini, Suga BTS comeback dengan merilis proyek solo menggunakan nama panggung Agust D. Meski mendapat sambutan hangat atas perilisan mixtape berjudul D-2, salah satu lagu yang berjudul What Do You Think dalam album tersebut, rupanya menimbulkan kontroversi di kalangan fans.
Kritikan dari para penggemar muncul setelah sampel dalam lagu What Do You Think dianggap sensitif. Ada yang merasa penggunaan sampel tersebut tidak tepat, namun ada juga fans yang tidak mempermasalahkannya.
Seperti apa kontroversi lagu What Do You yang dibawakan Suga? Berikut rangkumannya.
Adanya sampel pidato Jim Jones
Suga (Agust D) merilis mixtape keduanya yang bertajuk D-2 pada akhir Mei lalu. Terdapat sejumlah lagu yang dirilis anggota BTS ini, salah satunya lagu berjudul What Do You Think.
Setelah resmi dirilis, para penggemar mulai menyadari adanya sampling pidato Jim Jones pada 1977, dalam lagu What Do You Think.
Jim Jones sendiri merupakan seorang pemimpin sekte asal Amerika, yang bertanggung jawab atas peristiwa bunuh diri massal sebuah perkumpulan bernama Jonestown. Sejumlah penggemar pun mulai bertanya-tanya, apa yang membuat Suga memutuskan untuk menggunakan sampel tersebut.
Menuai kontroversi
Penggunaan sampling pidato tersebut tak ayal menuai kritikan dari penggemar. Mereka mempertanyakan keputusan Suga, karena menggunakan pidato tersebut. Mereka berpendapat, adanya sampel itu menunjukkan bahwa Suga kurang peduli atas apa yang telah dilakukan Jim Jones.
Suga juga dianggap kurang memahami, bahwa hal yang berkaitan dengan Jim Jones sangat negatif dan sensitif, karena tokoh tersebut telah menyakiti banyak orang. Mereka pun memutuskan menyampaikan kritikan tersebut dengan mengirim e-mail kepada agensi Suga, Big Hit Entertainment.
Di sisi lain, sejumlah penggemar menentang kritikan tersebut. Mereka merasa, penggunaan sampel pidato dalam lagu What Do You Think, sebagai bentuk kritikan sang rapper terhadap Jim Jones.
Mereka berpendapat, tak masuk akal jika sampel tersebut artinya mendukung Jim Jones. Jika dilihat dari keseluruhan lirik lagu, menurut para penggemar, What Do You Think berisi kritikan kepada haters. Sebagian fans merasa kecewa, karena banyak penggemar lain yang tidak memahami Suga dan karya seninya.
Big Hit Entertainment rilis pernyataan
Atas sejumlah laporan dari penggemar, Big Hit akhirnya merilis pernyataan terkait kontroversi penggunaan sampel dalam What Do You Think. Berikut pernyataan yang dirilis Big Hit, pada Minggu (31/5) seperti dilansir Soompi.
"Halo, ini Big Hit Entertainment. Berikut pernyataan resmi kami tentang masalah mixtape Suga BTS.
Sampel vokal pidato dalam pengantar lagu What Do You Think? pada mixtape, dipilih tanpa maksud khusus oleh produser yang mengerjakan lagu tersebut, yang tidak mengetahui identitas pembicara dan menggunakan sampel untuk suasana keseluruhan lagu.
Setelah sampel pidato dipilih, pihak produksi telah mengikuti proses internal agensi, dan melakukan prosedur untuk meninjau kesesuaian konten. Namun, dalam proses pemilihan dan peninjauan, kami melakukan kesalahan karena tidak menyadari konten yang tidak tepat dan menggunakan sampel (pidato Jim Jones) dalam lagu.
Big Hit Entertainment memiliki proses peninjauan beragam konten, yang ditargetkan untuk audiens global termasuk masalah sosial, budaya, dan historis yang potensial. Namun, kami menyadari bahwa ada keterbatasan (kami) untuk memahami dan merespons setiap situasi.
Dalam hal ini, kami tidak mengenali isu (yang menjadi masalah) dan menunjukkan kurangnya pemahaman (kami) tentang masalah historis dan sosial yang relevan. Kami meminta maaf kepada mereka yang merasa tidak nyaman atau terluka karena ini.
Big Hit Entertainment telah menghapus bagian dari lagu tersebut dan merilis ulang versi baru. Artis kami juga merasa malu dan sangat bertanggung jawab, atas masalah yang sesuatu hal yang tidak ia pertimbangkan.
Big Hit Entertainment akan menggunakan kejadian ini sebagai pelajaran, untuk melakukan proses produksi kami secara lebih menyeluruh," tutup Big Hit.
Selain pernyataan dari agensi, Suga sendiri tidak memberikan klarifikasi atas karyanya tersebut.
Laporan: Thahira
