kumparan
4 Maret 2019 18:19

Sunmi Kritik Adiksi Terhadap Media Sosial Lewat MV 'Noir'

Sunmi Noir
Video klip 'Noir' milik solois Korea Selatan, Sunmi. Foto: YouTube/@1theK.
Sunmi, solois yang bernaung di bawah Make Us Entertainment, melakukan comeback dengan digital single berjudul 'Noir' pada Senin (4/3). Ini merupakan rilis pertama Sunmi setelah enam bulan lamanya, sejak ia merilis mini album 'Warning' pada November 2018.
ADVERTISEMENT
Lewat comeback terbarunya ini, Sunmi menghadirkan kritik sosial. Ini dapat dilihat dari unsur-unsur dalam video klip 'Noir', yang semakin diperkuat dengan lirik lagu berjenis electronic retro dance tersebut.
Video
Dalam video klip 'Noir', penyanyi Korea Selatan ini terlihat menggambarkan mengenai seseorang yang ketagihan menggunakan media sosial. Sunmi terlihat memeragakan berbagai hal, termasuk membuat video di samping kue yang terbakar dan memainkan permainan berbahaya. Momen-momen ini kemudian diunggahnya ke Instagram demi mendapatkan 'like'.
Ini seolah menjadi kritik terhadap adiksi media sosial yang terjadi di kalangan masyarakat belakangan. Kritik ini diperkuat melalui lirik lagu tersebut. Misal, dalam penggalan lirik yang berarti, "Sekarang aku buta, aku tidak tahu kenapa. Tidak perlu melihat pun aku tahu, (akhirnya adalah) bad ending".
ADVERTISEMENT
Setelah lagu ini dirilis, Sunmi pun dibanjiri pujian oleh para penggemar K-Pop. Lewat media sosial Twitter, para fans mengapresiasi comeback terbaru Sunmi, mengatakan bahwa 'Noir' memiliki pesan yang begitu mendalam.
"'Noir' milik Sunmi adalah sebuah masterpiece yang lain. Aku ingin mendapatkan terjemahannya sebelum mengatakan apapun, tapi dia benar-benar membicarakan isu soal media sosial dan aku sangat berterima kasih," tulis @xiaomoondingie.
"Aku butuh terjemahan untuk Sunmi... Aku ingin benar-benar mengerti pesan (lagu ini)," tulis @KW0NMINSIK.
"Lagu Sunmi. Arti lagunya... Aku menunggu terjemahannya, tapi kurasa ini takkan mengecewakanku," tulis @slowtokki.
Sudah nonton video 'Noir' milik Sunmi?'
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan