Kumparan Logo

10 Hal yang Menyebabkan Air Ketuban Pecah Dini

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyebab ibu hamil pecah ketuban dini.  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab ibu hamil pecah ketuban dini. Foto: Shutter Stock

Air ketuban punya peran yang sangat penting bagi kehamilan. Ya Moms, air ketuban berperan penting untuk melindungi bayi selama berada di dalam rahim.

Selain itu, air ketuban yang sehat juga turut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam kandungan. Air ketuban ini akan pecah dengan sendirinya menjelang Anda melahirkan, Moms.

Pecahnya air ketuban ini menjadi tanda bahwa tubuh Anda sudah siap untuk melahirkan. Meski begitu, beberapa ibu ternyata bisa saja mengalami pecah ketuban jauh sebelum waktunya. Di dalam dunia medis kondisi ini dikenal disebut preterm premature rupture of membranes (PPROM).

Penyebab Ibu Hamil Mengalami Pecah Ketuban Dini

Ibu hamil pecah ketuban dini, apa penyebabnya? Foto: Shutter Stock

Mengutip What to Expect, Preterm Premature Rupture of the Membranes atau PPROM adalah kondisi pecahnya selaput pelindung janin di dalam rahim, sebelum minggu ke 37 kehamilan. Risiko utama pecah ketuban prematur atau pecah ketuban dini adalah kelahiran prematur, sedangkan risiko-risiko lainnya, antara lain infeksi cairan ketuban atau mengerutnya tali pusat. Pecah ketuban yang terjadi sebelum minggu k3-37 dimulai dengan Premature Rupture of the Membranes atau PROM.

Pecah ketuban prematur terjadi pada sekitar 3 persen kehamilan. Pada kebanyakan kasus, ketuban pecah dini tidak diketahui penyebabnya. Namun, 10 penyebab ini dapat meningkatkan terjadinya PPROM.

1. Wanita yang merokok selama hamil

2 Menderita penyakit menular seksual tertentu

3. Mengalami perdarahan vagina kronis

4. Mengalami pemisahan plasenta

5. Sudah pernah mengalami pecah ketuban prematur

6. Menderita bacterial vaginosis

7. Mengandung bayi kembar

8. Hamil kembar dengan satu kantung ketuban

9. Riwayat kelahiran prematur

10. Volume cairan ketuban terlalu banyak

Ibu hamil pecah ketuban. Foto: Shutterstock

Gejala pecah ketuban dini adalah keluarnya cairan ketuban dari vagina. Cara untuk mengetahui bahwa yang keluar adalah cairan ketuban, bukan air seni adalah dengan mencermati baunya, Moms.

Jika baunya pesing kemungkinan itu adalah air seni. Namun, jika baunya "agak manis", itu mungkin cairan ketuban, kecuali jika terinfeksi bau cairan ketuban biasanya menjadi tidak sedap. Meski begitu, jika masih ragu dengan cairan yang keluar, segera hubungi segera dokter atau bidan Anda.

Jika selaput ketuban Anda pecah setelah minggu ke-34, persalinan Anda akan diinduksi atau dirangsang. Jika bayi masih terlalu dini untuk lahir dengan selamat, Anda hampir pasti harus menjalani rawat inap di rumah sakit, diberi antibiotik untuk mencegah infeksi, dan diberi steroid untuk mematangkan paru-paru bayi Anda secepat mungkin untuk proses kelahiran prematur yang aman.

Jika kontraksi sudah dimulai, tetapi bayi Anda dianggap belum cukup matang untuk lahir, Anda mungkin akan diberi obat untuk menghentikan kontraksi, Moms.