Kumparan Logo

10 Jenis Makanan yang Belum Boleh Diberikan untuk Anak 2 Tahun

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak 2 tahun makan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Anak 2 tahun makan. Foto: Shutterstock

Ada beberapa jenis makanan yang memang tidak boleh dikonsumsi anak saat ia masih bayi. Namun, bagaimana jika sudah berusia 2 tahun? Apakah tetap ada larangan makanan tertentu?

Ya Moms, walaupun si kecil sudah memiliki banyak gigi dan sistem pencernaanya sudah semakin matang, bukan berarti ia boleh mengonsumsi makanan apa saja. Ada beberapa makanan yang lebih baik tidak diberikan kepada anak yang masih berusia 2 tahun. Apa saja? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Beragam Jenis Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Anak 2 Tahun

1. Susu Mentah

Ilustrasi susu mentah Foto: Shutter Stock

Anak usia 2 tahun belum boleh minum produk susu yang tidak dipasteurisasi atau susu mentah. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melansir, susu mentah baik dari sapi, kambing, atau domba, bisa membawa penyakit dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, terutama pencernaan. Sebab, susu mentah berpotensi terkontaminasi dengan patogen mematikan seperti salmonella, listeria, E. coli, dan campylobacter.

2. Soda

Ilustrasi minuman soda Foto: Shutter Stock

Soda tidak memiliki nilai gizi, apalagi dapat menambah jumlah kalori yang berlebihan. Selain itu, soda juga dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi dan ketergantungan anak pada minuman manis. Efek pemanis buatan seperti aspartam juga dapat berbahaya bagi perkembangan otak anak. Soda yang bebas gula juga bukan pilihan yang baik untuk anak 2 tahun, Moms.

3. Marshmallow

Marshmallow Foto: Pixabay

Marshmallow yang kenyal bisa membuat anak tersedak, ini juga bisa menghalangi jalan napas si kecil. Selain itu, marshmallow juga sangat tinggi gula, dan hanya mengandung sedikit nutrisi. Makanan manis juga dapat menyebabkan gigi rusak dan ketergantungan.

4. Permen

Ilustrasi permen lolipop. Foto: Shutter Stock

Sebaiknya hindari memberikan anak permen, karena berisiko tersedak dan permennya terjebak di tenggorokan. Bahkan, permen lolipop yang menggunakan tongkat juga bisa menimbulkan risiko tersedak bagi anak-anak di bawah 3 tahun, Moms.

5. Permen Karet

permen karet Foto: Shutterstock

American Academy of Pediatrics mengimbau agar anak-anak tidak diberi permen karet karena bisa menyebabkan tersedak dan menimbulkan masalah pencernaan seperti sembelit. Permen karet yang manis juga bisa menyebabkan gigi anak berlubang.

6. Wortel Mentah

Ilustrasi wortel Foto: Pixabay

Wortel mentah tidak baik untuk anak berusia 2 tahun. Sebab, wortel mentah bisa menyebabkan tersedak walaupun kaya akan beta-karoten, potasium, dan vitamin B. Jadi, lebih baik beri wortel yang sudah dimasak agar lebih lembut ya, Moms.

7. Popcorn dan Keripik

Ilustrasi Popcorn Foto: Pixabay/moigram

Anak usia 2 tahun belum siap untuk mengunyah popcorn atau keripik. Mengutip Mom, para ahli anak menganggap makanan ringan ini bisa menyebabkan tersedak serta tidak memiliki nutrisi yang baik bagi perkembangannya.

8. Daging Mentah

Steak daging mentah Foto: Amir Cohen/REUTERS

Anak di bawah usia 5 tahun menghasilkan lebih sedikit asam lambung dari orang dewasa, sehingga kurang mampu melawan bakteri dari daging mentah yang bisa menyebabkan penyakit. Jadi lebih baik berikan daging yang matang dan berikan dalam potongan kecil, Moms.

9. Telur Mentah

telur rebus setengah matang Foto: Shutterstock

Anak juga tidak boleh makan telur mentah atau produk makanan yang mengandung telur mentah. Walaupun ada telur yang dipasteurisasi, tetap saja tidak menghilangkan risiko kesehatan, karena telur masih mengandung salmonella yang sulit dilawan oleh sistem kekebalan anak.

10. Ikan Mentah

Ilustrasi Sashimi Foto: Shutterstock/Silverfoxz

Sushi atau sashimi adalah makanan lezat yang mengandung protein dan asam lemak omega-3. Tapi menurut Food & Drug Administration Amerika Serikat, anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak boleh memakannya. Makan ikan mentah membawa risiko penyakit seperti hepatitis, infeksi parasit, dan salmonella pada anak.