Kumparan Logo

10 Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi prematur lahir dengan berat badan rendah. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi prematur lahir dengan berat badan rendah. Foto: Shutter Stock

Berat badan lahir bayi yang normal berkisar antara 2,5 hingga 4 kilogram. Ya Moms, bila bayi lahir di bawah 2,5 kilogram, maka ia termasuk berat badan lahir rendah (BBLR)

BBLR sering kali dikaitkan dengan kelahiran bayi prematur, padahal keduanya mempunyai perbedaan masing-masing. Bayi prematur merupakan bayi yang lahir lebih awal atau sebelum usia kehamilan 37 minggu. Sementara BBLR, bisa saja lahir cukup bulan, namun memiliki berat badan yang rendah.

Meski demikian, kasus BBLR ini memang lebih banyak ditemukan pada bayi prematur. Nah, selain lahir prematur, ada beberapa penyebab lain yang membuat bayi memiliki berat badan lahir rendah, seperti berikut ini.

10 Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

1. Pembatasan pertumbuhan intrauterin

Ilustrasi janin atau bayi di dalam kandungan. Foto: Shutterstock

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa bayi yang lahir dengan hambatan pertumbuhan intrauterin akan berukuran lebih kecil, meski di usia kehamilan yang mencapai cukup bulan. Hal ini bisa disebabkan oleh gaya hidup ibu selama kehamilan ataupun faktor genetik.

Ya, gaya hidup yang buruk selama kehamilan, misalnya dengan mengonsumsi makanan tidak bergizi dapat berpengaruh pada bayi di dalam kandungan hingga menyebabkan hambatan pertumbuhan.

2. Kehamilan kembar

Jika seorang ibu mengandung lebih dari satu bayi atau kembar, biasanya berat badan masing-masing bayi bisa berada di bawah 2,5 kilogram. Dikutip dari Web MD, ini bisa terjadi karena bayi bersaing untuk mendapatkan nutrisi saat di dalam kandungan.

3. Tekanan darah tinggi

Ilustrasi hipertensi saat hamil atau preeklamsia. Foto: Shutter Stock

Tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat membahayakan ibu dan bayi di dalam kandungan. Aliran darah ke bayi dari plasenta bisa terganggu bila ibu mengalami tekanan darah tinggi. Ini bisa menyebabkan berat bayi lahir rendah ataupun kelahiran prematur.

4. Obat-obatan dan alkohol

Konsumsi obat-obatan tertentu dan alkohol selama kehamilan akan memengaruhi pertumbuhan bayi, sehingga bisa berdampak pada berat badannya. Zat yang ada di dalam obat atau alkohol bisa melepaskan bahan kimia berbahaya yang kemudian mengubah suplai oksigen ke bayi melalui plasenta. Oleh karena itu, hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi sehingga lahir dengan berat badan rendah.

5. Masalah plasenta

Jenis plasenta previa. Foto: http://belc.bu.edu.eg

Mengutip Mom Junction, beberapa ibu hamil mungkin mengalami masalah plasenta seperti plasenta previa, yaitu kondisi plasenta yang terletak di bawah rahim sehingga menutupi leher rahim. Kondisi ini memengaruhi aliran darah dan nutrisi ke janin, sehingga bisa menyebabkan berat bayi lahir rendah. Sementara, fibroid dan malfungsi rahim juga bisa meningkatkan risiko yang sama.

6. Diabetes

Ibu hamil yang mengalami diabetes biasanya dikaitkan dengan ukuran bayi yang besar di dalam kandungan. Namun dalam beberapa kasus, kondisi diabetes justru bisa menyebabkan kelahiran bayi prematur sehingga memiliki berat badan yang rendah.

7. Kelainan serviks

Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutter Stock

Stanford Children’s Health, kelainan serviks dapat merangsang kelahiran prematur karena berada di bawah tekanan untuk segera membuka jalan lahir. Hal ini juga akan menyebabkan berat badan lahir rendah pada bayi. Meski demikian, jika terdeteksi lebih awal kondisi ini bisa diobati oleh dokter dengan membuat jahitan yang disebut cerclage.

8. Infeksi

Infeksi menjadi salah satu masalah besar saat hamil. Apalagi, tubuh ibu yang cenderung melemah selama kehamilan dapat meningkatkan risiko infeksi. Infeksi dan juga obat-obatan yang dikonsumsi untuk mengatasi kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap berat badan bayi saat lahir.

9. Kurang gizi

Ibu hamil kurang gizi Foto: Shutter Stock

Bila ibu belum mendapatkan berat badan yang dibutuhkan selama kehamilan karena pola makan yang tidak seimbang atau kekurangan gizi, ada kemungkinan bayi lahir dengan berat badan rendah. Sebab, bayi bisa kekurangan asupan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan berat badannya selama di dalam kandungan.

10. Riwayat kehamilan

Jika ibu pernah mengalami kelahiran dengan berat badan bayi yang rendah atau kelahiran prematur di kehamilan sebelumnya, maka kemungkinan untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah selanjutnya juga cukup tinggi, Moms.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis