Kumparan Logo

11 Arti Bahasa Tubuh Bayi untuk Berkomunikasi

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ayah, ibu dan bayi. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ayah, ibu dan bayi. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock

Sebagai orang tua, wajar bila kita mengalami kesulitan untuk menafsirkan keinginan bayi. Sebab, bayi belum bisa berkomunikasi bisa membutuhkan atau menginginkan sesuatu.

Meski begitu, ada beberapa bahasa tubuh bayi yang bisa dijadikan kode untuk memudahkan orang tua memahami keinginannya. Ya Moms, respons yang tepat bisa membantu meningkatkan keterampilan komunikasi mereka secara keseluruhan dalam jangka panjang.

Menanggapi isyarat bayi membuat mereka merasa aman dan tenteram. Hal ini sangat penting untuk perkembangan sosio-emosional mereka. Berikut bahasa tubuh bayi yang Anda perlu pahami:

Bahasa Tubuh Bayi yang Perlu Dipahami Orang Tua

1. Melengkung Ke Belakang

Dikutip dari Mom Junction, bayi akan melengkungkan tubuhnya karena merasa kenyang, mulas, kolik, atau refluks gastrointestinal. Lambung bayi masih berkembang, membuat refluks asam sering muncul. Bayi cenderung melengkungkan punggungnya untuk meregangkan perutnya dan menghindari ketidaknyamanan.

Jika mengamati postur ini saat menyusui, maka Anda perlu memberi jeda. Anda dapat mencoba mengalihkan perhatiannya dan menggosok punggungnya sebentar.

Ilustrasi ayah dan bayi baru lahir. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock

2. Menarik Telinga

Aktivitas menarik telinga bisa jadi salah satu reaksi terhadap tumbuh gigi. Selain itu, bayi suka menarik telinga karena mereka baru menyadari adanya telinga di kepala mereka. Kendati demikian, rasa sakit atau tidak nyaman juga bisa membuat bayi menarik telinga.

3. Memukul Kepala

Beberapa bayi akan mengayun-ayunkan kepalanya dengan gerakan maju mundur. Ini adalah teknik menenangkan diri yang paling banyak dilakukan sebelum waktu tidur. Meskipun kebiasaan ini akan hilang dengan sendirinya pada usia tiga tahun, kepala bayi Anda mungkin akan sakit jika tidak sengaja terbentur permukaan yang keras. Jadi, segera angkat dan lakukan rutinitas tidur.

4. Tendangan Terus Menerus

Bayi yang bahagia dan puas akan banyak menendang. Tendangan ini membantu mengembangkan otot kaki dan merupakan prasyarat untuk melakukan gerakan berguling. Namun, jika bayi Anda marah-marah saat menendang-nendang kakinya, itu bisa jadi merupakan indikasi ketidaknyamanan.

Ilustrasi memijat bayi. Foto: Shutterstock

Jika si kecil menendang-nendang karena perutnya kembung, bantulah dia bersendawa. Anda juga dapat memeriksa pola makan ibu untuk mencari makanan yang dapat memicu perut kembung pada bayi yang menyusui.

5. Mengepalkan Tangan

Bayi mengepalkan tangan karena refleks primitif yang disebut genggaman palmar. Biasanya hilang antara lima sampai enam bulan. Bayi yang baru lahir mengepalkan tangan sebagai kelanjutan dari kebiasaannya sejak di dalam rahim ibu. Ini adalah naluri alami dan juga salah satu tanda yang mungkin ditunjukkan bayi saat lapar atau stres.

6. Bayi Cegukan

Kebanyakan bayi sering cegukan pada setahun pertama kehidupannya. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena sering kali merupakan tanda makan berlebihan atau makan dengan cepat. Cegukan biasanya mereda dalam lima hingga sepuluh menit.

Jika cegukan sering terjadi setiap habis menyusu atau makan, cobalah mengubah posisi menyusui atau makanan padat yang diberikan kepada bayi. Sendawakan bayi Anda setiap habis menyusu atau makan.

7. Menggosok Mata

Salah satu isyarat yang diberikan bayi saat lelah adalah mengucek atau menggaruk mata. Itu tandanya si kecil mengantuk. Anda juga mungkin melihat mereka menguap atau melihat kelopak mata mereka terkulai. Namun, menggosok mata disertai mata merah juga bisa menandakan adanya partikel asing di matanya.

Ilustrasi mencium bayi. Foto: Shutterstock

8. Bernapas Dengan Cepat

Jika pola pernapasan bayi Anda lebih cepat dari biasanya tapi tetap menunjukkan wajah bahagia, kemungkinan besar ia tidak bisa menahan kegembiraannya. Selama pola pernapasan mereka kembali normal, tidak ada yang perlu dikhawatirkan .

9. Mengangkat Lutut

Ini adalah tanda lain bayi memberi tahu Anda bahwa mereka merasa kembung atau sembelit. Perut kembung dan sembelit cenderung umum terjadi pada bayi. Mereka sering kali mendekatkan lutut ke perut untuk meredakan ketidaknyamanan.

Anda dapat membantunya mengatasi kondisi ini dengan membiarkannya bersendawa setelah menyusu atau memijat perutnya searah jarum jam.

Ilustrasi bayi menangis. Foto: sutlafk/Shutterstock

10. Memalingkan Wajah

Si kecil umumnya akan memalingkan wajah saat merasa bosan atau dipaksa makan. Alasan lain kenapa bayi menoleh adalah untuk memeriksa sekelilingnya. Pada usia enam bulan, bayi cenderung banyak menoleh untuk memeriksa sekelilingnya. Ini semua merupakan hal penting dalam tumbuh kembang bayi.

11. Mengisap Jari

Mengisap jari menunjukan mereka sedang lapar. Cobalah memberi mereka makan segera setelah mereka mulai mengisap jari. Jika bayi Anda mengisap jari bahkan setelah menyusu, ini bisa menjadi teknik menenangkan diri.

kumparan post embed