Kumparan Logo

12 Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah. Foto: Shutter Stock

Setiap ibu hamil pasti ingin bayinya terlahir dengan selamat dan sehat. Namun, ada juga bayi yang lahir dengan berat badan kurang yakni di bawah 2,5 kg. Biasanya, kondisi ini dialami bayi yang lahir prematur.

Namun, beberapa kasus ditemukan bayi yang lahir cukup bulan namun berat badannya rendah. Biasanya, bayi dengan berat lahir rendah akan terlihat lebih mungil dibandingkan yang lahir normal. Tampak juga bagian kepala mereka akan lebih besar dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Kira-kira, apakah kondisi ini berbahaya pada bayi? Dan apa saja penyebab berat badan lahir rendah (BBLR) pada si kecil ya, Moms? yuk simak jawabannya!

Penyebab Berat Badan Lahir Rendah pada Bayi

1. Kelahiran Prematur

Bayi yang lahir di bawah usia kandungan 37 minggu disebut prematur. Dikutip dari Mom Junction, umumnya bayi lahir prematur memiliki berat badan kurang karena proses tumbuh kembangnya belum sepenuhnya matang.

2. Pembatasan Pertumbuhan Intrauterin

Pada kasus ini, bayi sebenarnya lahir cukup bulan. Namun, kondisi berat badan lahir rendah mungkin disebabkan oleh faktor gaya hidup ibunya maupun genetik orang tua.

Ilustrasi hamil kembar. Foto: Shutter Stock

3. Hamil Anak Kembar

Jika Anda hamil anak kembar dua, tiga, atau lebih, maka kemungkinan bayi akan lahir di bawah 2,5 kg. Hal ini disebabkan bayi selama di kandungan bersaing untuk mendapatkan nutrisi dari ibunya.

4. Tekanan Darah Tinggi

Ibu yang memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi berisiko mengganggu aliran darah ke bayi melalui plasenta..

5. Obat-obatan dan Alkohol

Mengonsumsi obat-obatan, rokok, atau alkohol selama kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan bayi. Ini disebabkan zat-zat kimia berbahaya akan melepaskan diri di plasenta, lalu mengubah suplai oksigen ke bayi yang sedang bertumbuh kembang.

6. Masalah Plasenta

Jika Anda mengalami plasenta previa (plasenta terletak di rahim bagian bawah dan menutupi leher rahim) atau preeklamsia (komplikasi tekanan darah tinggi), maka dapat memengaruhi aliran darah dan nutrisi ke janin.

7. Kelainan Rahim

Kondisi fibroid seperti tumor jinak di rahim dapat membatasi pertumbuhan janin.

8. Diabetes

Diabetes umumnya dikaitkan dengan bayi lahir berukuran besar. Tetapi, penyakit ini juga dapat mengakibatkan persalinan prematur, yang akhirnya membuat bayi lahir dengan berat badan rendah.

9. Kelainan Serviks

Kelainan leher rahim (serviks) dapat mendorong kelahiran prematur, karena akan kesulitan terbuka saat bayi siap lahir. Meski begitu, kondisi ini dapat ditangani dokter dengan memasang jahitan (cerclage) dan Anda diminta untuk beristirahat total.

10. Infeksi selama Kehamilan

Selama kehamilan, ibu hamil rentan mengalami sakit atau tertular infeksi. Bila mengalaminya, maka obat-obat yang dikonsumsi berisiko memengaruhi berat lahir bayi.

11. Riwayat Kehamilan Sebelumnya

Ya Moms, jika persalinan Anda sebelumnya melahirkan bayi dengan berat badan rendah atau persalinan prematur, maka ada kemungkinan Anda akan mengalaminya lagi di kehamilan selanjutnya.

12. Pola Makan yang Salah

Ibu hamil biasanya disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Namun, bila tidak menerapkan pola makan tersebut, ada kemungkinan bayi lahir dengan berat badan rendah akibat kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk mereka berkembang.

Pengaruh Berat Badan Lahir Rendah Terhadap Perkembangan Bayi

Bayi prematur. Foto: Shutter Stock

Dampak BBLR pada perkembangan bayi bisa beragam, yang juga berkaitan dengan penyebabnya saat si kecil lahir. Beberapa masalah perkembangan yang rentan dialami seperti:

  • Kesulitan bernapas seperti sindrom gangguan pernapasan bayi

  • Meningkatkan risiko infeksi

  • Masalah dengan makan dan penambahan berat badan

  • Gula darah rendah (hipoglikemia)

  • Peningkatan jumlah sel darah merah yang dapat membuat darah lebih kental

  • Kurang mampu menjaga suhu tubuh tetap hangat

  • Masalah gastrointestinal seperti penyakit usus

  • Masalah neurologis, termasuk pendarahan di otak

  • Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

Studi lain juga menemukan bayi dengan berat badan rendah saat lahir, lebih berkemungkinan memiliki IQ yang lebih rendah, kurang berprestasi di bidang akademik, dan berpotensi menunjukkan masalah perilaku.

Jadi Moms, kondisi berat badan lahir rendah terkadang tidak bisa dihindari. Namun, jika Anda mengalami masalah kesehatan yang berisiko memengaruhi janin, sebaiknya lebih rutin melakukan USG dan berkonsultasi dengan dokter.