12 Tanda Ibu Hamil Sedang Stres, Suami Perlu Tahu
·waktu baca 3 menit

Banyak perubahan yang dialami ibu saat hamil, mulai dari perubahan fisik hingga hormon yang bisa mempengaruhi emosinya. Berbagai perubahan ini bisa menimbulkan stres dan kecemasan berlebihan selama kehamilan. Misalnya saja ibu cemas akan proses kelahiran bayi yang sudah semakin dekat karena baru pertama kali hamil.
Penelitian di Science Direct menunjukkan, sekitar 8-13 persen wanita mengalami stres dan kecemasan selama kehamilan. Stres saat hamil biasanya tidak berbahaya, namun, stres yang berkepanjangan bisa menimbulkan dampak buruk bagi ibu dan bayi di dalam kandungan.
Ibu hamil yang mengalami stres mungkin sulit mengungkapkan perasaannya secara terbuka. Oleh karenanya, penting bagi suami untuk membantu mengidentifikasi apakah istrinya sedang baik-baik saja atau tidak selama kehamilannya.
Tanda Ibu Hamil Stres
Ibu hamil yang sedang stres biasanya mengalami tanda dan gejala umum seperti dikutip dari Mom Junction berikut ini:
Terus-menerus merasa khawatir, bingung dan cemas.
Selalu mencoba untuk menyibukkan diri, meski pekerjaannya telah selesai.
Khawatir bahkan tentang perubahan positif dalam hidup, seperti promosi pekerjaan.
Peningkatan detak jantung dan rasa gugup.
Lebih banyak berpikir tentang hal-hal yang belum terjadi.
Mengisolasi diri dari lingkungan sosial.
Mengalami sakit kepala dan nyeri tubuh.
Kekurangan energi dan sulit fokus.
Makan berlebihan atau kurang makan.
Kehilangan minat pada hobinya.
Sering mengalami mimpi buruk.
Muda lupa.
Dampak Bila Ibu Hamil Stres
Stres berlebihan dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan ibu dan kehamilannya. Mengutip Office on Women’s Health, stres kronis selama kehamilan bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi yang menjadi penyebab preeklamsia dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini bisa memicu komplikasi kehamilan lainnya seperti persalinan prematur atau berat badan lahir rendah.
Tak hanya pada ibu, stres selama kehamilan juga bisa mempengaruhi bayi di dalam kandungan lho, Moms. Penelitian di National Library of Medicine menunjukkan, stres dan kecemasan berlebihan selama kehamilan dapat mempengaruhi fungsi perilaku, fisiologis dan imunologis bayi seperti berikut ini:
Terjadinya pembatasan pertumbuhan intrauterin, sehingga menyebabkan berat badan bayi lahir rendah.
Hormon stres yang tinggi selama kehamilan mempengaruhi sistem saraf dan otak bayi yang sedang berkembang, sehingga bisa menurunkan perkembangan kognitif bayi.
Bayi berisiko mempunyai temperamen yang tinggi setelah lahir.
Stres saat hamil bisa menyebabkan anak mengembangkan rasa takut di masa depan.
Bayi di dalam kandungan juga berisiko mengembangkan penyakit mental atau fisik seperti gangguan hiperaktivitas atau kardiovaskular jika ibu hamil stres.
Ya Moms, itulah tanda dan dampak bila Anda mengalami stres selama kehamilan. Stres merupakan respons alami tubuh terhadap sesuatu yang terasa mengganggu. Oleh karenanya, penting bagi ibu hamil untuk selalu mengkomunikasikan perasaan Anda pada suami untuk mencegah stres berkepanjangan, ya.
