Kumparan Logo

12 Tips Aman Ibu Hamil Naik Motor agar Aman dan Selamat

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Tips Aman Ibu Hamil Naik Motor. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tips Aman Ibu Hamil Naik Motor. Foto: Pexels

Dalam keseharian, banyak orang termasuk perempuan yang lebih memilih mengendarai motor karena praktis dan cepat. Namun, khusus untuk ibu hamil, dibutuhkan kehati-hatian ekstra dalam berkendara roda dua.

Pada dasarnya, mengendarai motor tidak begitu disarankan selama masa kehamilan berlangsung. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa aktivitas ini berisiko tinggi menyebabkan ibu terjatuh atau trauma perut.

Mengutip Baby Center, naik motor pada akhir trimester kedua dan ketiga pun sangat berisiko, karena bayi tidak terlindungi dengan baik sebagaimana di awal kehamilan. Jadi, sebaiknya hindari aktivitas ini.

Jika terpaksa harus bepergian menggunakan motor, ibu hamil wajib mengikuti tips aman berkendara untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Simak tips selengkapnya dalam pembahasan di bawah ini.

Tips Aman untuk Ibu Hamil Saat Naik Motor

Ilustrasi Ibu Hamil Naik Motor. Foto: Shutterstock

Ada banyak risiko yang mengancam keselamatan ibu hamil selama berkendara menggunakan motor. Oleh karena itu, lakukan langkah pencegahan yang disarankan oleh Firstcry Parenting berikut ini:

  1. Selalu memakai helm saat mengendarai motor, baik saat Anda dibonceng maupun membonceng. Pastikan helm tersebut sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), dan jangan lupa mengaitkan tali helm.

  2. Kenakan sepatu atau flat shoes yang nyaman. Hindari menggunakan sepatu hak tinggi atau sandal.

  3. Hindari mengemudi pada jam-jam sibuk karena dapat membuat fokus terganggu.

  4. Jangan mengambil rute baru atau rute yang lebih panjang, tetaplah berkendara pada rute yang biasa Anda lalui.

  5. Jika Anda berkendara pada malam hari, kenakan jaket berwarna neon atau cerah yang mudah terlihat oleh pengendara lain dari jarak jauh.

  6. Sebaiknya jangan berkendara setelah hujan, karena jalanan lebih licin.

  7. Berhati-hatilah jika melihat genangan air, karena bisa saja air tersebut menutupi lubang jalanan.

  8. Jika motor susah menyala, sebaiknya minta bantuan orang lain agar Anda tidak perlu mengeluarkan usaha yang terlalu ekstra.

  9. Perhatikan klinik atau pusat kesehatan di sepanjang rute yang Anda lalui. Jika merasa lelah atau kurang enak badan, Anda bisa berhenti di klinik tersebut.

  10. Berhati-hatilah di tikungan dan hindari mengebut dan menyalip kendaraan lain untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

  11. Selalu bawa botol air minum dan camilan di dalam tas.

  12. Pastikan daya ponsel terisi penuh untuk jaga-jaga jika Anda membutuhkan komunikasi dengan orang lain.

  13. Pilih pakaian yang nyaman dan sesuai dengan cuaca.

Jika Anda mengikuti semua tindakan pencegahan di atas, risiko terjadinya hal-hal buruk seperti keguguran dan kecelakaan bisa diminimalisasi. Meski begitu, tetap disarankan untuk konsultasi dengan dokter kandungan sebelum berkendara.

Selain itu, belajarlah untuk ‘mendengarkan’ tubuh sendiri. Jika tubuh mengirimkan sinyal kurang nyaman saat berkendara, atau emosi Anda sedang tidak stabil, sebaiknya segera berhenti dan beristirahatlah, Moms.

Baca Juga: Waspada Moms, Ibu Hamil yang Mudik Lebih Berpotensi Alami Keguguran