kumparan
Mom11 Oktober 2018 16:08

3 Fakta ASI Perah yang Mengagumkan

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi ASI Perah
Ilustrasi ASI Perah (Foto: thinkstock)
ASI perah menjadi solusi pemenuhan nutrisi bagi bayi bila ibu harus beraktivitas di luar rumah. Milsanya bila ibu harus bekerja di kantor, harus bersekolah, maupun berbagai urusan lain yang tak bisa membawa serta bayi.
ADVERTISEMENT
Selain itu, ada beberapa fakta ASI perah yang mengagumkan dan perlu Anda ketahui, Moms. Apa saja?
ASI perah bisa bertahan lama
Ilustrasi Menyimpan ASI Perah
Ilustrasi Menyimpan ASI Perah (Foto: Shutter Stock )
Mengutip dari laman Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), ASI perah bisa bertahan selama 6 sampai 12 bulan. Dengan catatan, ASI segar yang baru Anda perah, disimpan dalam freezer khusus yang sangat dingin (<18ºC).
Namun begitu upayakan agar si kecil lebih baik mendapat ASI perah segar atau waktu penyimpanannya tidak sampai terlalu lama, kenapa? Menurut dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, dokter anak dan Ketua umum Sentra Laktasi Indonesia (SELASI), warna-aroma-rasa paling mendekati ASI yang diterima bayi saat menyusu langsung di payudara ibu, sehingga tidak sulit bagi bayi untuk menerimanya.
Selain itu, dr Wiyarni menambahkan, komposisi zat-zat protektif seperti antibodi, enzim dan nutrisi, serta sel-sel hidup yang ada dalam ASI lebih terjamin pada ASI perah segar.
ADVERTISEMENT
“Beberapa ibu mungkin terpacu menimbun stok ASI beku sebanyak-banyaknya terkadang sampai menyiapkan freezer khusus untuk ASI perah. Jika alasan ibu karena menyangsikan kemampuan tubuhnya memproduksi ASI yang cukup untuk bayinya, penting dipahami bahwa kuantitas ASI yang dihasilkan ibu bergantung pada frekuensi menyusui dan pengosongan payudara,” tambah dr Wiryani.
Artinya, Moms, Anda tidak perlu terlalu terpacu dengan kuantitas atau jumlah stok ASI perah Anda ya!
Namun, bila dibanding dengan susu formula yang telah dibuat, susu formula hanya bisa bertahan selama dua jam saja dalam suhu ruang dan tidak boleh disimpan di kulkas, bila susu formula tak cepat habis diminum anak. Maka, ASI perah yang telah dibekukan masih lebih baik bagi bayi, Moms.
ADVERTISEMENT
Rutin memerah ASI = produksi ASI stabil!
Ilustrasi ASI Perah
Beragam teknik saat memerah bisa diterapkan ibu, agar produksi ASI perah melimpah. (Foto: Shutter Stock )
Memerah ASI membantu Anda dalam mengosongkan payudara. Payudara yang tidak dikosongkan secara rutin, membuat ASI susah untuk keluarnya, Moms. Bila dalam satu kesempatan yang cocok kebetulan si kecil sedang ingin menyusu, mungkin tak jadi masalah.
Namun saat bayi sedang tidur atau ia sudah merasa kenyang, misalnya, Anda tentu tak bisa memaksa si kecil untuk menetek saat itu juga, kan? Nah, selain itu juga ketersediaan ASI perah mempersilahkan tubuh Anda untuk beristirahat sejenak, Moms.
Namun, agar proses memberi ASI berjalan sukses, sebaiknya Anda menyusui langsung bayi Anda saat malam hari, dibanding diberi ASI perah. Itu karena hormon prolaktin, atau hormon yang membuat kerja sel-sel penghasil ASI bekerja secara maksimal lebih banyak diproduksi pada malam hari.
ADVERTISEMENT
Memberi bayi makan dalam kondisi sulit
Dalam beberapa kondisi khusus, si kecil akan mengalami kesulitan bila ia harus menyusu secara langsung, Moms. Misalnya pada bayi prematur, itu karena reflek mengisap bayi belum berkembang sepenuhnya. Masalah lainnya, karena bayi punya kelainan bawaan yang memengaruhi kemampuan mengisapnya, seperti gangguan pada saraf.
Anda jangan berkecil hati, sebab selama kondisi Anda sehat dan produksi ASI tidak masalah, maka yang perlu diakali adalah cara memberi bayi ASI. Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), seringnya refleks menelan pada bayi prematur sudah cukup baik, namun refleks menghisap masih kurang baik. Oleh karena itu, Anda tetap dapat memberi bayi ASI perah menggunakan sendok, cangkir, atau pipet.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan