Kumparan Logo

3 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Orang Tua saat Bahas Virus Corona dengan Anak

kumparanMOMverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah mikrograf elektron transmisi yang tidak bertanggal dari partikel virus SARS-CoV-2 yang diambil dari pasien yang diisolasi di Amerika Serikat. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah mikrograf elektron transmisi yang tidak bertanggal dari partikel virus SARS-CoV-2 yang diambil dari pasien yang diisolasi di Amerika Serikat. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS

Banyaknya pemberitaan mengenai virus corona penyebab penyakit COVID-19, tak heran bikin anak bertanya-tanya. Mulai dari apa itu makhluk yang bernama virus corona, kenapa bisa dia ke Indonesia, siapa saja yang bisa terjangkit dan berbagai pertanyaan lain.

Sebagai orang tua, tentu tugas Anda bersama pasangan dalam menjawab aneka tanya anak, berdasar informasi yang sudah terbukti kebenarannya. Pastikan disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti ya, Moms. Dalam melakukannya, pastikan juga Anda dan suami tidak melakukan hal-hal di bawah ini.

Ilustrasi orang tua bersama anak. Foto: Shutter Stock

1. Terlihat panik

Moms, jangan salah, bila Anda terlihat atau merasa cemas dan takut, maka si kecil akan mengetahuinya. Begitu menurut pendiri Gramercy Pediatrics dan Dokter Anak di Brooklyn, Amerika Serikat, Dyan Hes, M.D seperti dikutip dari Parents.

Jadi, apabila Anda merasa khawatir, takut dan ada beberapa pertanyaan si kecil yang tidak bisa dijawab maka tetaplah bersikap tenang dan optimis. Misalnya, anak bertanya apakah anak seusianya bisa terpapar COVID-19, maka jawab mungkin saja terjadi, namun risikonya kecil karena imun tubuhnya lebih kuat. Tentunya ada hal-hal yang perlu dilakukan demi terus menjaganya, yaitu seperti disiplin terapkan pola hidup sehat.

kumparan post embed

2. Tampak gegabah

Tidak bisa dipungkiri, dengan meningkatnya jumlah kasus virus corona membuat Anda dan keluarga takut. Sebagai upaya antisipasi, sejumlah pihak memborong barang-barang di supermarket untuk persediaan, seperti tisu, hand sanitizer, hingga bahan pokok lainnya. Sayangnya, menurut Dr Hes langkah tersebut justru bisa membuat anak panik.

Belum lagi tiap melihat perkembangan terbaru dari berita, Anda perlihatkan ekspresi kaget berlebihan, pesimis, mengobrol dengan teman via video call untuk membahas betapa mematikannya corona, dan lain sebagainya. Karena itu, bukan cuma tak terlihat panik saat jelaskan apa itu corona, tapi perlihatkan juga dari tingkah laku Anda sehari-hari.

3. Mudah memarahi anak

Ilustrasi memarahi anak Foto: Shutterstock

Sepanjang hari di rumah sebagai bentuk social distancing perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan virus. Mungkin Anda sudah jelaskan pada si kecil kalau untuk sementara, ia tidak bisa bermain dengan teman di luar, ke mal, ke rumah nenek, atau mengundang teman ke rumah. Mungkin pula karena belum terbiasa, si kecil sering lupa sehingga ia sudah siap-siap main ke rumah temannya.

Bila begitu, jangan buru-buru memarahi si kecil, lalu bahas lagi soal bahayanya virus ini yang bisa kapan saja menjangkit anak. Atau, termasuk mudah tersulut emosi saat mereka tidak belajar di rumah secara kooperatif. Memang kesabaran Anda akan diuji, Moms. Kuncinya tetaplah sabar, ciptakan kegiatan positif dan menyenangkan bersama anak di rumah, dan terus beri pemahaman pada anak soal pandemi ini.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!