Mom
·
21 September 2020 9:58

3 Jenis Gaya Belajar Anak yang Perlu Dipahami Orang Tua

Konten ini diproduksi oleh kumparan
3 Jenis Gaya Belajar Anak yang Perlu Dipahami Orang Tua (17740)
anak belajar PTR Foto: Shutter Stock
Di masa pandemi seperti sekarang ini, orang tua perlu mendampingi anak belajar dari rumah. Tentunya, ini termasuk memastikan kondisi belajar mendukung dan memberi bantuan bila anak menemukan kesulitan belajar.
ADVERTISEMENT
Namun faktanya, mendampingi dan membantu anak belajar tidak selalu mudah. Bisa saja anak seolah sulit menyerap atau mengolah pelajaran yang disampaikan meski orang tua sudah berusaha menjelaskan. Apakah Anda pernah mengalaminya?
Bila ya, coba perhatikan dengan seksama. Mungkin saja, anak kesulitan karena tidak belajar sesuai dengan gaya belajarnya.
Gaya belajar adalah kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi. Ya Moms, setiap anak punya gaya belajar yang berbeda-beda terkait cara yang paling mudah untuk belajar dan menyerap informasi.
Lantas ada berapa gaya belajar anak?
3 Jenis Gaya Belajar Anak yang Perlu Dipahami Orang Tua (17741)
Gaya belajar anak Foto: Shutterstock

3 Gaya Belajar Anak

Ada berbagai pendapat tentang gaya belajar anak. Salah satunya yang paling banyak dikenal adalah penjelasan Bobbi DePorter (DePorter 2000), penulis buku Quantum Learning. Menurutnya, gaya belajar anak ada 3:
ADVERTISEMENT

1. Gaya Belajar Visual

Belajar melalui apa yang mereka lihat! Inilah penjelasan sederhana tentang gaya belajar visual.
Anak-anak yang memiliki gaya belajar ini cenderung lebih mudah menerima pelajaran dengan mengamati bahasa tubuh dan ekspresi wajah orang tua. Selain itu, mereka lebih mudah menangkap suatu pelajaran bila diiringi dengan gambar-gambar yang menarik.
Anak dengan gaya belajar visual cenderung mempunyai imajinasi yang berkembang dengan baik dan sering berpikir dalam gambar. Terlalu banyak gerakan saat mengajarinya bisa mengganggu konsentrasi si kecil. Jadi jika ingin anak mudah mengingat pelajaran yang baru saja Anda sampaikan, sepanjang pelajaran buatlah ilustrasi sederhana untuk menjelaskannya, Moms.

2. Gaya Belajar Auditori

Anak-anak dengan gaya belajar auditori belajar dari apa yang mereka dengar. Mereka cenderung lebih mudah menangkap apa yang dipelajari lewat percakapan atau diskusi. Arahan verbal bisa membantunya memperjelas instruksi atau informasi tertulis.
ADVERTISEMENT
Sehingga usahakan ketika memberikan penjelasan pada anak tentang sesuatu, cobalah fokus dengan apa yang ingin Anda sampaikan. Terlalu banyak suara bisa membantu konsentrasi anak. Si kecil dengan gaya belajar ini lebih baik diberikan ruang yang tenang untuk belajar.
3 Jenis Gaya Belajar Anak yang Perlu Dipahami Orang Tua (17742)
Ilustrasi anak belajar sejak dini Foto: Shutterstock

3. Gaya Belajar Kinestetik

Anak dengan gaya belajar kinestetik, belajar lewat gerak dan sentuhan. Ciri-ciri anak yang mempunyai gaya belajar ini adalah lebih suka mencoret-coret atau menggambar untuk membantunya mengingat sesuatu. Mereka juga sulit untuk diam dalam waktu lama karena saat belajar umumnya mereka menyukai aktivitas atau kegiatan yang menggunakan tangan mereka dan mudah menerima pelajaran melalui sensasi fisik.
Inilah yang membuat anak dengan gaya belajar kinestetik sering kali mengalami kesulitan bila diminta belajar dengan cara-cara yang konvensional. Padahal bukan berarti mereka malas atau tidak mau belajar, lho!
ADVERTISEMENT
Pendekatan langsung seperti praktek di lingkungannya akan membuatnya mudah untuk mengingat pelajaran yang sudah diajari. Misalnya saja, pelajaran mengenal daun. Ajak anak untuk melihat daun di pohon dan minta ia menyentuhnya.
Satu hal lagi yang perlu dipahami mengenai gaya belajar ini, alih-alih hanya menggunakan sentuhan, pembelajar kinestetik cenderung melibatkan semua indra mereka secara setara dalam proses pembelajaran.
3 Jenis Gaya Belajar Anak yang Perlu Dipahami Orang Tua (17743)
Ilustrasi gaya belajar anak. Foto: Shutter Stock
Lantas, mungkinkah seorang anak punya beberapa gaya belajar?
Bisa saja! Anak yang memiliki beberapa gaya belajar sekaligus bahkan cenderung berhasil saat menempuh pendidikan. Itulah kenapa orang tua juga perlu memperkenalkan gaya belajar lain agar si kecil dapat belajar secara maksimal.