3 Jenis Kandungan Makanan yang Perlu Dihindari Anak dengan ADHD
ยทwaktu baca 2 menit

Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) perlu makan makanan bergizi seimbang, Moms. Selain untuk membantu pertumbuhan dan perkembangannya, beberapa jenis makanan yang dikonsumsi dipercaya dapat memengaruhi perilaku dan sikap anak dengan ADHD.
ADHD merupakan jenis gangguan perkembangan saraf yang biasanya sudah bisa dideteksi pada usia kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga dewasa.
Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan cara efektif untuk mengurangi atau mengatasi gejala ADHD pada anak, seperti berperilaku impulsif, hiperaktif, bertindak tanpa berpikir, dan cenderung sulit memperhatikan lingkungan sekitar.
Dikutip dari Mom Junction, beberapa penelitian menunjukkan bahwa menghindari beberapa jenis makanan tertentu dapat membantu mengurangi gejala ADHD pada anak. Apa saja, ya?
Jenis Makanan yang Perlu Dihindari Anak dengan ADHD
Mengandung pewarna makanan buatan
Makanan kemasan dan cepat saji umumnya mengandung pewarna makanan buatan. Ya Moms, zat adiktif ini dapat membuat makanan menjadi warna-warni sehingga mudah menarik minat pembeli. Namun, anak dengan ADHD disarankan untuk tidak makan makanan tersebut. Selain bisa memperburuk gejala ADHD, pewarna makanan buatan dapat mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang si kecil.
Kafein
Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan, anak di bawah usia lima tahun sebaiknya tidak diberikan makanan atau minuman yang mengandung kafein, Moms, seperti cokelat dan kopi. Ya, meski kafein telah terbukti dapat mengurangi perilaku hiperaktif pada anak, tetapi kandungan makanan yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat itu dapat menekan nafsu makan dan menyebabkan insomnia pada si kecil. Akibatnya, gejala ADHD pada anak bisa kian memburuk.
Alergen
Beberapa penelitian menemukan bahwa alergi makanan dapat memegaruhi gejala ADHD pada anak. Meski belum diketahui secara pasti, sebaiknya anak dengan ADHD menghindari beberapa makanan yang mengandung alergen umum, seperti susu, makanan laut, gandum, kacang tanah, dan kedelai.
