Kumparan Logo

3 Kisah Kancil dan Buaya yang Bisa Dibacakan untuk Anak Sebelum Tidur

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Dongeng Anak. Foto: delcarmat/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dongeng Anak. Foto: delcarmat/shutterstock

Membacakan dongeng seperti kisah kancil dan buaya kepada anak bisa melatih kecerdasan si kecil lho, Moms. Menurut Endah Kusumaningrum dalam buku Belajar dari Anak-anak Kita (2021), dongeng memuat aspek yang dibutuhkan dalam perkembangan IQ anak meliputi linguistik, logika cerita, kemampuan interpersonal dan intrapersonal, visual/spasial, dan lain sebagainya.

Sebagaimana diketahui, kisah kancil merupakan salah satu dongeng fabel paling populer di Indonesia. Kisah yang biasa dijadikan sebagai pengantar tidur ini dituturkan dari mulut ke mulut oleh orang-orang terdahulu.

Di balik kisahnya yang menarik, tersimpan pesan moral yang bisa dipelajari oleh si kecil. Namun, Anda tetap harus mengawasinya ya Moms agar anak tidak salah dalam menafsirkan isi cerita.

Banyak contoh kisah kancil bersama hewan lainnya yang didokumentasikan dalam buku-buku dongeng, salah satunya yaitu bersama buaya. Jika butuh referensi, simak ragam kisah kancil dan buaya berikut ini, Moms.

Kumpulan Kisah Kancil dan Buaya

Ilustrasi membacakan dongeng kepada anak. Foto: Shutter Stock

Kancil dikenal sebagai karakter yang cerdas dan cerdik. Ketika berhadapan dengan buaya yang dikenal antagonis, kancil selalu punya cara untuk bisa lolos dari serangannya.

Dari kisah kancil dan buaya ini, ada banyak pesan moral yang bisa diajarkan kepada si kecil. Berikut kumpulan ceritanya yang bisa dijadikan referensi, Moms.

1. Laosi Ba Buaya (Kancil dan Buaya) – Fabel dari Nias

Pada suatu hutan, terdapat seekor Kancil yang tinggal di hutan tersebut. Seperti hari biasanya Kancil pergi mencari makan di dalam hutan. Dia menyeberangi sungai pada saat berangkat. Setelah Kancil merasa kenyang, dia pulang ke rumah. Namun, tiba-tiba turun hujan lebat ketika kancil sudah dekat sungai. Risaulah hati Kancil karena tidak bisa melewati sungai yang banjir dan derasnya air sungai itu. Tidak jauh dari tepi sungai ada seekor buaya. Kancil mencari ide.

“Buaya, apakah kamu bisa membantuku menyeberangi sungai ini?” Kata kancil kepada buaya.

Buaya menjawab, “Jikalau nanti aku membantumu menyeberangi sungai ini maka kamu menganggap aku apa?”

“Kita akan menjadi sahabat sehati sejiwa. Aku akan membantumu kalau susah nanti di masa depan,” kata Kancil.

Buaya kemudian mempertimbangkan perkataan kancil. Buaya kembali bertanya, “Jikalau nanti aku membantumu menyeberangi sungai ini maka kamu menganggap aku apa?”

“Sahabat sehati sejiwa, Buaya,” Kancil memberikan jawaban yang sama seperti sebelumnya.

Yakinlah Buaya dengan perkataan Kancil dan dia menyuruh Kancil untuk naik ke atas punggungnya. Buaya mulai berenang meninggalkan tepi sungai. Buaya kembali bertanya

“Apa hubungan kita?”

“Sahabat sehati sejiwa,” kata Kancil.

Buaya terus berenang hingga mereka sampai di tengah-tengah sungai, Buaya bertanya lagi.

“Apa hubungan kita?”

“Sahabat sehati sejiwa,” jawaban Kancil tidak berubah.

Buaya sangat senang mendengar jawaban Kancil, karena Kancil konsisten dengan jawabannya bahwa mereka tetap sahabat sehati sejiwa. Mereka sudah mau sampai tepi sungai, hanya dengan sekali loncatan lagi mereka sudah sampai di tepi sungai. Buaya kembali bertanya “Apa hubungan kita?”

“Sahabat pantat,” kata Kancil sambil bergegas meloncat ke tepi sungai dan berlari pergi.

Buaya sangat marah karena sudah ditipu oleh Kancil dan Buaya dendam kepada Kancil, “Baiklah kancil, aku akan mengingat bahwa kamu pernah membohongiku. Namun ingat ada berbagai macam kesulitan dan kesukaran di depanmu. Jika kita berumur panjang maka kita akan berjumpa lagi.”

Sumber: Kisah Petualangan Seru Kancil dan Teman-Temannya karya Atisah, Desi Nurul Anggraini, dkk (2021)

Ilustrasi Membacakan Dongeng Kisah Kancil dan buaya pada Anak. Foto: Shutter Stock

2. Cerita Kancil dan Buaya – Fabel dari Sumatera Selatan

Rasa marah Harimau kepada Kancil semakin menjadi. Harimau terus mencari di mana Kancil berada. Pada suatu hari ia melihat kancil sedang berada di pinggir sungai. Langsung saja Harimau berlari melihat Kancil. Kancil yang melihat Harimau berlari dari kejauhan seketika merasa kaget. Kemudian ketika Harimau hendak menyergap Kancil. Kancil berkata, “Tunggu dulu Harimau, aku masih ada satu tugas terakhir dari Raja. Nanti kalau tugasku selesai bolehlah kau menangkap aku.”

Harimau seketika berhenti dan bertanya,”Tugas apa, Cil?”

“Aku diminta untuk memimpin barisan pasukan Raja,” jawab Kancil.

“Ini pasukan buaya di depanku ini sudah rapi berbaris, menunggu arahanku di ujung sungai,“ kata Kancil.

“Wah, hebat sekali kau ditunjuk menjadi pemimpin pasukan. Dari dulu aku ingin sekali menjadi pemimpin pasukan,” ujar Harimau

“Nah, kalau kau mau, kau juga bisa bergantian denganku menjadi pemimpin Pasukan Raja,” ujar Kancil.

“Ya, aku mau,” jawab Harimau bersemangat.

“Nanti, aku duluan yang menyeberang sungai ini dengan cara menaiki punggung buaya. Setelah aku sampai di ujung sungai, nanti giliran kamu, Harimau,” ujar Kancil

Kemudian pergilah Kancil menyeberangi sungai dengan cara melompat di atas punggung buaya. Buaya-buaya tersebut tidak sadar ada Kancil yang melompat di punggungnya karena badan Kancil sangat ringan dan Kancil melompat dengan cepat. Sesampainya Kancil di seberang sungai berteriaklah Kancil, “Giliranmu, Harimau, naiklah.” Namun, baru saja Harimau naik di punggung satu buaya, buaya tersebut marah dan langsung menerkam Harimau, sehingga matilah Harimau diterkam pasukan buaya.

Sumber: Kisah Petualangan Si Cerdik Kancil karya Atisah, Desi Nurul Anggraini dkk (2021)

3. Persahabatan Kelinci, Kancil, dan Buaya

Kancil dan kelinci adalah dua sahabat yang saling menghargai, walaupun badan kelinci sangat kecil dibandingkan kancil, tetapi kancil sangat menyayanginya keduanya tinggal di dalam hutan, mereka saling berkunjung.

Kelinci membuka pintu, "Hai Kancil sepagi ini kamu sudah datang gerangan, seharusnya hari ini saya yang ke rumahku, ada apa ke rumah kamu."

"Tidak apa apa Kelinci, saya kasihan sama kamu, badan kamu kan kecil kalau ke rumah aku nggak sampai - sampai." Kata si Kancil

"Baiklah sahabatku Kancil....karena rumah saya kecil jadi kamu di luar saja ya....hi...hi...hi...". Jawab Kelinci sambil tertawa

"Kita bermain ke hutan yuk kelinci, di sana pasti banyak makanan." Ajak kancil

"Tidak..... Tidak kalau saya bermain terlalu jauh kapan sampainya kancil...." Tolak si Kelinci

"Ha...ha...ha... jangan khawatir kamu naik saja di punggung saya kamu kan kecil" Jawab si Kancil membujuk Kelinci

"Saya nggak enak Kancil nanti kamu capek menggendong saya... masuk hutan keluar hutan." Jawab si Kelinci yang menolak secara halus ajakan Kancil.

"Sudah ayo naik nanti keburu siang, cuacanya malah panas nggak asikkan?" Ajak si Kancil

Sumber: Kumpulan Cerita Dongeng Anak susunan Aprilin Ardiyanti, dkk (2022)