Kumparan Logo

3 Tahapan Perubahan ASI yang Ibu Baru Perlu Tahu

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu menyusui. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ibu menyusui. (Foto: Thinkstock)

ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi. ASI juga seringkali disebut sebagai cairan ajaib yang menakjubkan. Salah satu alasannya karena kandungan atau komposisi nutrisi ASI berubah setiap waktu. Perubahannya terjadi seiring dengan perkembangan dan kebutuhan bayi. Luar biasa kan, Moms?

Nah, seperti apa sih perubahan itu? Berikut kami rangkum proses perubahan ASI yang akan melalui 3 tahapan agar lebih mudah dipahami. Yuk, baca sampai habis.

Kolostrum

Moms, jangan khawatir bila pada hari pertama setelah melahirkan warna ASI Anda berwarna kuning keemasan, sebab itu adalah kolostrum. Cairan ini relatif sedikit Moms, sekitar 3-5 sendok teh saja. Tetapi, sangat bermanfaat baik bagi bayi baru lahir.

Kolostrum akan memberikan perlindungan bayi terhadap berbagai penyakit infeksi, juga memiliki efek laksatif atau pencahar yang dapat membantu bayi mengeluarkan mekonium dari sistem pencernaannya, sehingga bayi terlindungi dari penyakit kuning. Jadi, jangan anggap remeh atau sia-siakan kolostrum ya, Moms.

Kolostrum ini juga yang akan diperoleh bayi melalui IMD atau Inisiasi Menyusu Dini.

ASI Transisi

Kolostrum akan berubah menjadi ASI transisi sekitar 4 sampai 6 hari setelah kelahiran bayi. Sama dengan kolostrum, ASI transisi juga memiliki manfaat yang baik untuk bayi.

Pertama, ASI transisi mengandung leukosit sebanyak 10 persen. Kedua, mengandung lemak tinggi yang berguna untuk pertumbuhan, perkembangan otak, mengatur kadar gula darah, dan memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Selama proses transisi, kandungan antibodi dalam ASI menurun dan volume ASI meningkat drastis. Berbeda dengan kolostrum yang produksinya dipengaruhi oleh hormon, produksi ASI transisi dipengaruhi oleh proses supply vs demand. Oleh karenanya, ibu disarankan agar lebih sering menyusui, sekitar 8-12 kali sehari pada awal-awal kelahiran bayi.

ASI Matang

Setelah masa ASI transisi berakhir, ASI akan menuju tahapan akhir yaitu ASI matang atau matur. Proses perubahan ini akan terjadi pada hari ke 10 sampai 2 minggu setelah kelahiran bayi. Sama halnya dengan ASI transisi, ASI matang juga mengandung leukosit sebanyak 10 persen.

Dibandingkan dengan kolostrum, ASI matang memiliki kandungan natrium, potasium, protein, vitamin larut lemak, dan mineral yang rendah. Sedangkan, kandungan lemak dan laktosanya lebih tinggi daripada kolostrum. Semakin matang ASI, konsentrasi antibodi atau immunoglobulin serta total protein dan vitamin yang larut di dalam lemak akan menurun Moms. Sedangkan laktosa, kalori, dan vitamin yang larut dalam air akan meningkat.