kumparan
19 April 2018 11:14

3 Tipe Temperamen Bayi, Si Kecil yang Mana Ya?

Bayi menangis (ilustrasi). (Foto: Thinkstock)
Moms, pernahkah Anda berpikir, kenapa ada bayi yang sulit ditenangkan saat menangis, tapi ada pula yang mudah ditenangkan? Atau bagaimana ada bayi yang rewel kalau mengantuk, tapi bayi yang lain justru mudah terlelap saat ingin tidur?
ADVERTISEMENT
Ini semua sebenarnya wajar, Moms. Bila kita amati, sejak awal kehidupannya, setiap bayi pasti punya karakteristik berbeda. Perbedaan tersebut, oleh para ahli dinamakan sebagai temperamen bayi.
Menurut buku Anti Panik Mengasuh Bayi Usia 0-3 Tahun terbitan Tiga Serangkai, sejak lahir, bayi sebenarnya sudah memiliki temperamennya masing-masing. Temperamen merupakan karakteristik pada individu yang mencakup emosi, atensi, dan kontrol diri.
Dalam buku ini dijelaskan bahwa secara umum, temperamen bayi dapat dibedakan menjadi tiga golongan dengan ciri-ciri seperti berikut:
Easy
Bayi tersenyum (Foto: THINKSTOCK)
1. Pola makan dan tidur teratur
2. Cepat beradaptasi dengan lingkungan, makanan, dan orang baru
3. Ketika frustasi cepat ditenangkan
Slow-to-warm
Musik untuk Bayi (Foto: Pixabay)
1. Membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk memiliki pola makan dan tidur
ADVERTISEMENT
2. Membutuhkan waktu lebih lama beradaptasi dengan lingkungan, makanan, dan orang baru
3. Membutuhkan usaha lebih banyak untuk menenangkan bayi
Difficult
Bayi menangis untuk meregangkan otot. (Foto: Thinkstock)
1. Pola makan dan tidur tidak teratur
2. Butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan, makanan, dan orang baru
3. Sulit ditenangkan saat frustasi
Beda temperamen beda juga pola pengasuhannya, Moms. Untuk itu, ada perlu mengetahui tips mengasuh bayi berdasarkan temperamennya.
Bayi dengan temperamen easy mudah akrab dengan siapa saja. Anda bisa dengan mudah mengajarkan anak mengenai konsep orang asing sedari dini.
Sementara bayi dengan temperamen slow-to-warm-up membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan lingkungan. Mereka perlu mengenali lingkungan terlebih dahulu dan akan mulai beradaptasi saat sudah merasa nyaman. Oleh karena itu, Anda perlu mengenalkan anak berkali-kali dan secara perlahan dengan makanan, orang baru, ataupun lingkungan baru.
ADVERTISEMENT
Lain pula halnya dengan bayi dengan temperamen difficult. Bayi-bayi dengan tipe temperamen ini membutuhkan waktu paling lama untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan cenderung mudah frustasi. Karenanya, hindari memaksa anak untuk segera beradaptasi dengan makanan, orang, dan situasi baru. Memaksakan proses adaptasi justru bisa membuat anak dengan temperamen difficult menolak dan frustasi.
Nah, bagaimana dengan temperamen bayi Anda? Yuk, sesuaikan pola pengasuhannya, agar si kecil tumbuh dengan emosi yang baik.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan