Kumparan Logo

4 Hal Ini Bisa Bikin Komposisi pada ASI Berubah

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock

ASI punya banyak manfaat untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Ahli kesehatan hingga WHO merekomendasikan agar ibu menyusui memberikan ASI eksklusif pada bayi baru lahir hingga usia enam bulan.

Kendati demikian, menyusui bayi bukanlah perjalanan yang mudah bagi beberapa ibu. Tekstur, warna, hingga volume ASI yang berubah-ubah mungkin membuat ibu bingung dan stres. Hal ini wajar, sebab, ibu takut ASI yang dihasilkannya tidak berkualitas atau tidak mampu mencukupi kebutuhan bayi.

Padahal, perubahan pada ASI merupakan hal wajar karena komposisi di dalamnya memang terus berubah seiring waktu, Moms. Yuk, simak fakta menarik soal komposisi ASI berikut ini.

Faktor Penyebab Komposisi ASI Berubah

Mengutip Very Well Family, ASI terdiri dari ratusan zat bermanfaat termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, air, enzim, dan hormon. Namun, komposisi tidak konstan atau bervariasi pada setiap ibu. Bahkan, komposisi ASI juga bisa berubah pada satu ibu karena menyesuaikan dengan kebutuhan bayi.

Bahkan, komposisi ASI berubah selama dan setiap sesi menyusui, Moms. Hal ini merupakan hal normal dan tidak berbahaya baik bagi Anda maupun bayi. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan perubahan komposisi ASI seperti dikutip dari Women, Infants, and Children Breastfeeding Support, Departemen Pertanian AS (USDA).

Percepatan pertumbuhan

Ilustrasi bayi menangis saat menyusui. Foto: Shutter Stock

Bayi mengalami percepatan pertumbuhan atau growth spurt pada usia 2-6 minggu dan berulang pada usia 3-6 bulan. Pada fase ini, bayi membutuhkan asupan ASI lebih banyak sehingga ia akan lebih sering menyusu dari biasanya. Kebutuhan ASI yang meningkat ini membuat tubuh ibu juga memproduksi susu dengan volume lebih tinggi dengan kandungan lemak yang lebih banyak.

Makanan ibu

Penelitian menunjukkan, semua makanan yang dikonsumsi ibu menyusui akan berpengaruh pada ASI, baik dari segi warna, tekstur, hingga rasa. Oleh karenanya, rasa dari ASI akan mempengaruhi preferensi bayi terhadap rasa makanan di kemudian hari.

Kandungan lemak

Ilustrasi ASI perah. Foto: Shutter Stock

Lemak di dalam ASI akan meningkat setiap kali sesi menyusui. Ya Moms, hindmilk akan keluar 2-3 kali lebih banyak daripada foremilk pada sesi menyusui kedua dan seterusnya dalam sehari. Hindmilk merupakan ASI belakang yang akan keluar pada sesi akhir menyusui setelah bayi mengkonsumsi foremilk.

Waktu

Layaknya jam biologis, komposisi ASI bisa berubah setiap jamnya. Contohnya, ASI akan mengandung asam amino yang disebut triptofan yaitu, hormon tidur yang rendah di pagi dan siang hari. Namun, kadarnya akan meningkat lebih tinggi pada ASI yang keluar di malam hari untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak.

Ya, pemberian ASI membantu bayi membangun ritme tidur yang optimal yaitu, lebih banyak terjaga di siang hari dan tidur di malam harinya, Moms.