Kumparan Logo

4 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pilih Alat Bantu Dengar untuk Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
12
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak pakai alat bantu dengar. Foto: GUNDAM_Ai/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak pakai alat bantu dengar. Foto: GUNDAM_Ai/Shutterstock

Setiap anak memiliki risiko mengalami gangguan pendengaran. Apalagi, bila mempunyai anggota keluarga yang pernah mengalami hal tersebut. Tak hanya itu, gangguan pendengaran pada anak juga bisa disebabkan oleh komplikasi yang dialami ibu selama masa kehamilan.

Salah satu ciri utama anak mengalami gangguan pendengaran adalah tidak merespons ketika dipanggil, sering meminta orang lain untuk mengulangi ucapannya, dan artikulasi yang diucapkan tidak jelas. Ya Moms, gangguan pendengaran juga akan mempengaruhi kemampuan komunikasi dan berbicara si kecil.

Ilustrasi anak pakai alat bantu dengar. Foto: Anukul/shutterstock

Untuk mengatasinya, orang tua memilih memberikan alat bantu dengar pada anak. Namun alat bantu dengar tidak boleh digunakan sembarangan, Moms. Ayah dan ibu perlu membawa si kecil ke dokter THT terlebih dahulu untuk melakukan tes pendengaran, evaluasi tumbuh kembang, dan pemeriksaan lainnya untuk menentukan jenis perawatan yang tepat.

Meski demikian, bila dokter menyarankan anak perlu menggunakan alat bantu dengar, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini sebelum membelinya untuk anak.

kumparan post embed

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Pilih Alat Bantu Dengar untuk Anak

1. Tingkat keparahan gangguan pendengaran

Sebelum memilih alat bantu dengar, Anda perlu mengetahui tingkat keparahan gangguan pendengaran yang dialami anak. Ya Moms, sebenarnya alat bantu dengar memang disarankan untuk digunakan sedini mungkin bila anak mengalami gangguan pendengaran tingkat ringan hingga berat. Namun sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk melakukan evaluasi dan intervensi lain.

Misalnya, jika si kecil merasa suara yang didengar sangat kecil, kemungkinan dokter dapat mempertimbangkan penggunaan penguat suara. Berbeda dengan alat bantu dengar, penguat suara hanya berfungsi untuk membuat suara jadi lebih jelas di telinga anak.

2. Kondisi dan bentuk telinga

Alat bantu dengar yang dibutuhkan setiap anak berbeda. Alat ini memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran yang bisa disesuaikan dengan kondisi atau bentuk telinga anak, misalnya ada yang menempel di daun telinga, masuk ke liang telinga, hingga tertanam di dalam liang telinga. Masing-masing alat bantu dengar juga memiliki kekurangan dan kelebihan, sehingga si kecil perlu diperiksa terlebih dahulu untuk menentukan jenis yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi telinganya.

Ilustrasi anak pakai alat bantu dengar. Foto: Toey Toey/Shutterstock

3. Fitur yang diperlukan

Mengutip Medical News Today, selain mengatasi gangguan pendengaran anak, beberapa jenis alat bantu dengar juga menawarkan sejumlah fitur tambahan, seperti bisa menyambungkan koneksi ke perangkat elektronik, mempunyai mikrofon, dan memiliki peredam suara kebisingan.

4. Kenyamanan dan cara perawatan

Beberapa alat bantu dengar juga didesain dengan bahan yang berbeda, hingga memiliki warna dan desain yang menarik. Sebaiknya, pilihlah alat bantu dengar yang aman dan nyaman untuk anak, terutama yang mudah dirawat. Misalnya saja memilih alat bantu dengar yang berbahan plastik agar tidak sakit di telinga anak dan mudah dibersihkan.