Kumparan Logo

4 Jenis Anak Berkebutuhan Khusus

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak disabilitas. Foto: Manop Boonpeng/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak disabilitas. Foto: Manop Boonpeng/Shutterstock

Mengasuh anak berkebutuhan khusus mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang tua. Pasalnya, Anda perlu memerlukan bantuan ekstra untuk menghadapi keterbatasan, perilaku, dan masalah emosional si kecil.

Namun anak berkebutuhan khusus bukan hanya penyandang disabilitas saja, melainkan semua anak yang mengalami keterbatasan saat beraktivitas, atau memerlukan bantuan orang lain. Oleh karena itu, setiap anak berkebutuhan khusus memerlukan bantuan khusus untuk mencapai tonggak perkembangan fisik, akademik, dan emosionalnya.

Untuk membantu Anda memahaminya, berikut beberapa jenis anak berkebutuhan khusus yang perlu dipahami.

Jenis-Jenis Anak Berkebutuhan Khusus

Mom Junction melansir, anak berkebutuhan fisik dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

1. Penyandang disabilitas

Ilustrasi anak disabilitas. Foto: Art_Photo/Shutterstock

Anak berkebutuhan khusus fisik atau penyandang disabilitas mengalami gangguan saat melakukan gerakan tubuh dan aktivitas koordinasi. Sebagian besar penyandang disabilitas disebabkan oleh faktor genetika, cedera tulang belakang, kerusakan otak akibat trauma fisik, dan penyakit bawaan lainnya. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak yang mengalami distrofi otot, epilepsi, cerebral palsy, dan multiple sclerosis. Akibatnya, mereka sering membutuhkan perawatan khusus untuk membantu tumbuh kembangnya.

2. Perkembangan

Ilustrasi anak down syndrome. Foto: Thinkstock

Kelainan perkembangan biasanya mulai terjadi sebelum anak lahir, sementara beberapa lainnya dimulai beberapa tahun kemudian. Ya Moms, kondisi ini bisa disebabkan oleh penyakit, infeksi, atau trauma fisik. Dalam beberapa kasus, kebutuhan perkembangan mungkin dipicu oleh faktor campuran, seperti genetika, kesehatan ibu selama kehamilan, komplikasi kelahiran, dan paparan racun dari lingkungan. Maka dari itu, anak berkebutuhan khusus perkembangan biasanya mengalami sindrom down, sindrom fragile X, autisme, disleksia, diskalkulia, gangguan pendengaran, atau gangguan penglihatan.

3. Perilaku atau emosional

Ilustrasi anak dengan kondisi ADHD Foto: Shutterstock

Anak yang memiliki gangguan perilaku atau emosional biasanya mengalami gangguan pemusatan perhatian, bipolar, atau gangguan pemberontak oposisi. Akibatnya, anak berkebutuhan khusus ini sering menunjukkan perilaku hiperaktif, impulsif, sulit berkomunikasi dengan orang lain, mudah marah, dan memiliki emosi yang tidak stabil.

4. Gangguan sensorik

Ilustrasi anak dengan gangguan sensorik. Foto: Ormalternative/Shutterstock

Anak dengan gangguan sensorik juga termasuk salah satu anak berkebutuhan khusus. Sebab biasanya hal ini akan mempengaruhi satu atau lebih indra tubuhnya, termasuk penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan, atau kesadaran spasial.

kumparan post embed