Kumparan Logo

4 Kebiasaan yang Bisa Bikin Gigi Anak Berjejal, Bukan Cuma Faktor Genetik

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gigi anak berjejal. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gigi anak berjejal. Foto: Shutterstock

Banyak orang tua mungkin mengira gigi anak yang tumbuh berjejal atau tidak rapi pasti merupakan turunan dari ayah dan ibunya. Padahal, faktor genetik bukan satu-satunya hal yang memengaruhi susunan gigi anak, Moms.

Menurut dokter gigi anak, drg. Joshua Calvin, Sp.KGA, ada beberapa faktor eksternal yang juga dapat memengaruhi perkembangan gigi dan rahang anak.

4 Faktor yang Bisa Bikin Gigi Anak Berjejal

Ilustrasi Gigi Anak Tonggos. Foto: Shutterstock

Genetik memang berperan dalam menentukan karakteristik gigi dan rahang anak. Misalnya, ukuran gigi, ukuran rahang, bentuk lengkung rahang, hingga hubungan antara rahang atas dan bawah.

Namun, bukan berarti susunan gigi anak pasti akan sama persis dengan orang tuanya.

“Genetik memang ikut menentukan banyak hal seperti ukuran gigi, ukuran rahang, bentuk lengkungan rahangnya, hubungan rahang atas dan rahang bawah. Makanya sering ada yang bilang kalau muka anak mirip ayahnya, sudah pasti giginya juga mirip, padahal nggak sesederhana itu,” ujar drg. Joshua pada kumparaMOM, Rabu (23/9).

Selain genetik, ada beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi perkembangan gigi dan rahang anak, yaitu:

1. Terlalu lama mengisap jempol atau menggunakan empeng

Kebiasaan mengisap jempol atau empeng dalam waktu terlalu lama dapat memengaruhi perkembangan gigi dan rahang anak.

2. Sering menggigit benda

Anak yang punya kebiasaan menggigit benda tertentu, misalnya sedotan, juga perlu diperhatikan. Kebiasaan yang dilakukan terus-menerus dapat memengaruhi posisi gigi dan perkembangan rahang.

3. Sering bernapas melalui mulut

Kebiasaan bernapas menggunakan mulut juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan orang tua. Jika anak sering melakukannya, sebaiknya cari tahu penyebabnya bersama dokter.

4. Gigi susu dicabut terlalu cepat

Gigi susu memiliki peran dalam menjaga ruang untuk gigi permanen. Karena itu, pencabutan gigi susu yang terlalu cepat sebelum waktunya juga perlu menjadi perhatian.

Menurut drg. Joshua, penelitian menunjukkan bahwa beberapa ukuran lengkung gigi memang dipengaruhi oleh faktor genetik. Namun, pengaruh genetik terhadap posisi gigi lebih bervariasi.

Artinya, meski gigi ayah dan ibu rapi, bukan berarti susunan gigi anak pasti akan sama rapi. Begitu juga sebaliknya.

“Karena genetik itu nggak bisa kita pilih, tapi beberapa faktor yang memengaruhi perkembangan gigi dan rahang itu sangat bisa kita perhatikan sejak dini,” tutup drg. Joshua.