Kumparan Logo

4 Penyebab Umum Keguguran pada Ibu Hamil

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Keguguran. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Keguguran. Foto: Shutter Stock

Keguguran merupakan kekhawatiran umum selama kehamilan. Keguguran lebih sering terjadi pada trimester pertama dan kedua. Meski begitu, hal ini juga bisa terjadi pada trimester ketiga yang kerap disebut stillbirth atau kelahiran mati.

American College of Obstetricians and Gynecologists memperkirakan, sekitar 15-20 persen kehamilan berakhir dengan keguguran. Kondisi ini juga disebabkan oleh berbagai faktor termasuk kondisi kehamilan dan kesehatan sang ibu.

Lantas, apa saja penyebab keguguran yang umum terjadi?

Penyebab Umum Keguguran

Ilustrasi wanita keguguran. Foto: Motortion Films/Shutterstock

Faktor genetik

Mengutip March of Dimes, hingga 70 persen keguguran yang terjadi pada trimester pertama dan 20 persen pada trimester kedua disebabkan karena ada kelainan gen pada janin.

“Ketika kromosom telur dan sperma bergabung membentuk embrio, mereka biasanya berpasangan dengan benar. Namun, terkadang mereka diacak, jika pemasangannya tidak tepat, embrio bisa berhenti berkembang,” ungkap dokter kandungan di Rumah Sakit Newton-Wellesley di Newton, Massachusetts, Dr. Henry Lerner, MD, seperti dikutip dari Parents.

Kendati demikian, ini bukan berarti ada yang salah dengan gen orang tua ya, Moms. Sebab, kelainan kromosom pada janin sering kali kejadian acak, hanya satu kali, dan kemungkinan besar tidak terjadi pada kehamilan selanjutnya.

Ibu hamil sakit Foto: Shutterstock

Masalah kesehatan

Masalah kesehatan tertentu pada ibu dapat menyebabkan keguguran, terutama yang membatasi aliran darah ke rahim. Beberapa kondisi kronis yang dapat meningkatkan risiko keguguran seperti diabetes, penyakit tiroid, lupus, dan penyakit jantung. Gangguan terkait hormon dan autoimun seperti sindrom antifosfolipid juga kerap dikaitkan dengan keguguran. Selain itu, infeksi rahim dan infeksi menular seksual juga menyebabkan kehamilan Anda lebih rentan, Moms.

Adanya masalah pada rahim atau serviks seperti fibroid dan insufisiensi serviks, yaitu saat serviks melebar terlalu cepat selama kehamilan juga bisa menyebabkan keguguran.

kumparan post embed

Kafein yang berlebihan

Sebelum terlalu khawatir, pahami dulu bahwa minum satu cangkir kopi atau teh setiap hari selama kehamilan dianggap aman. Tapi, jika konsumsinya menjadi lebih tinggi saat hamil, maka kemungkinan ada risiko yang mengarah pada keguguran.

Penelitian yang dilakukan pada 2008 menunjukkan, konsumsi 200 miligram atau lebih kafein yang setara dengan dua cangkir kopi setiap hari saat hamil dapat meningkatkan risiko keguguran hingga dua kali lipat. Sementara itu, penelitian terbaru pada tahun 2020 yang dilakukan BMC Pregnancy and Childbirth menemukan hubungan antara peningkatan pendarahan pada awal kehamilan dan konsumsi kafein yang mengarah pada keguguran.

Ilustrasi ibu hamil minum obat atau vitamin. Foto: Shutterstock

Konsumsi alkohol dan obat-obatan

Penyebab umum keguguran yang terakhir adalah penggunaan obat-obatan dan konsumsi alkohol berlebihan selama kehamilan. Ya Moms, paparan bahan kimia berlebihan saat hamil menyebabkan bayi di dalam kandungan tidak berkembang hingga akhirnya keguguran.

“Kehamilan yang mendapatkan paparan bahan kimia dari alkohol dan obat-obatan dalam jumlah besar secara teratur dapat mengalami keguguran, sebab, keduanya memiliki efek beracun pada semua sel janin yang sedang berkembang,” ujar asisten profesor kebidanan dan ginekologi di Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Ohio, Dr. Jonathan Schaffir, MD.