Kumparan Logo

5 Alasan Sering Menggelitik Anak Bisa Berbahaya

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
5 Alasan Sering Menggelitik Anak Bisa Berbahaya. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
5 Alasan Sering Menggelitik Anak Bisa Berbahaya. Foto: Shutter Stock

Menggelitik anak mungkin menjadi salah satu cara yang dilakukan orang tua untuk memperbaiki suasana hati alias mood si kecil yang tampak bosan atau jenuh. Saat digelitik, sebagian besar anak pun akan menunjukkan reaksi tertawa. Tapi, tahukah Anda bahwa tidak semua anak --termasuk bayi dan balita, rupanya tidak suka digelitik.

Ya Moms, reaksi tertawa yang ia tunjukkan tak selamanya mengisyaratkan bahwa dirinya benar-benar senang. Sebaliknya, anak ternyata bisa merasa cemas, merinding, atau bahkan menangis. Artinya, menggelitik anak bisa menyakiti si kecil meskipun niat Anda baik, yakni untuk membuatnya senang atau tertawa lagi.

Untuk itu, sebagai orang tua kita sebaiknya perlu bersikap lebih bijak saat ingin bercanda dengan anak, seperti menggelitik. Sebab, hal ini kelak dapat menimbulkan masalah untuk si kecil. Apa saja? Berikut rangkumannya, Moms.

Alasan Menggelitik Anak Bisa Berbahaya

5 Alasan Sering Menggelitik Anak Bisa Berbahaya. Foto: Shutterstock

1. Anak Tak Berhenti Tertawa Bukan Berarti Mereka Menikmati Gelitikan

Saat Anda menggelitik anak, utamanya yang masih balita atau bahkan bayi, mereka mungkin akan menunjukkan ekspresi tertawa tanpa henti. Namun, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa hal ini bisa saja menjadi tanda mereka tidak menikmati gelitikan tersebut alias tidak suka digelitik.

Mom Junction melansir, anak-anak yang merasa geli saat digelitik biasanya tidak bisa berhenti tertawa, meski mereka sangat membencinya. Anak balita atau bayi yang belum bisa mengungkap apa yang dirasa lewat kata-kata ini sebenarnya memberikan tawa refleksif bahwa si kecil sebenarnya tidak menikmati gelitikan tersebut.

2. Melanggar Hak Anak

Sama halnya seperti orang dewasa, bayi dan anak juga mempunyai hak untuk mengambil keputusan, apakah dirinya mau digelitik atau tidak. Jadi, sebagai orang tua, Anda perlu menghargai hak anak.

3. Bisa Sebabkan Komplikasi Medis

Anak menangis setelah digelitik orang tua. Foto: Shutter Stock

Saat anak digelitik terus menerus, mereka akan tertawa tak terkendali yang sulit dihentikan. Bahkan, gelak tawa tersebut dapat mencapai titik di mana seseorang tidak dapat lagi bernapas dengan benar atau bicara untuk mengungkap yang dirasa bahwa sebenarnya mereka tengah dalam situasi sulit. Hal yang awalnya dianggap menyenangkan pun bisa menyebabkan malapetaka alias komplikasi medis yang serius, Moms.

4. Menimbulkan Masalah Kepercayaan Diri

Bagi anak yang tidak suka digelitik, menggelitik mereka di luar keinginannya dapat menimbulkan masalah kepercayaan diri yang dapat bertahan seumur hidup, Moms. Ya, seiring bertambahnya usia anak, mereka bisa saja menyamakan menggelitik dengan kekerasan fisik dan mengembangkan rasa ketidakpercayaan besar pada orang yang menyentuh mereka. Sehingga, anak pun mungkin akan mencoba untuk menghindari tempat ramai karena takut disentuh.

5. Kehilangan Kontrol Diri

Setiap orang yang digelitik biasanya akan kehilangan kontrol diri. Ya, si kecil tidak dapat menyatakan apa yang mereka inginkan saat digelitik. Perjuangan untuk mendapatkan kendali ini bisa meninggalkan kenangan yang tidak menyenangkan untuknya seumur hidup.

Ketika orang dewasa menggelitik anak, umumnya mereka memang bermaksud untuk bersenang-senang. Namun, bila terlalu sering dilakukan, hal ini bisa saja menimbulkan bahaya untuk anak seperti yang sudah dijelaskan di atas, Moms.

kumparan post embed