5 Bahasa Permintaan Maaf yang Bisa Diajarkan pada Anak
·waktu baca 4 menit

Semua orang tentu pernah melakukan kesalahan, termasuk anak-anak. Melakukan kesalahan memang normal dialami manusia. Namun yang lebih penting adalah bagaimana seseorang memiliki kerendahan hati untuk minta maaf dan tidak mengulangi kesalahannya tersebut.
Menurut psikolog dari Madrid, Italia, Elena Sanz Martin, penting bagi setiap orang untuk meminta maaf dengan cara yang baik dan tepat. Sebab terkadang permintaan maaf yang disampaikan dengan kurang tepat justru bisa menambah masalah. Sehingga perlu bahasa permintaan maaf yang sesuai.
Apa Saja 5 Bahasa Permintaan Maaf?
Moms, mungkin Anda pernah mendengar 5 bahasa cinta yang dipopulerkan oleh pengarang asal Inggris, Gary Chapman. Nah mengutip Gary Chapman, ada 5 cara yang berbeda untuk mengungkapkan kasih sayang pada setiap orang.
Menurutnya selama ini kerap terjadi perbedaan bahasa permintaan maaf sehingga justru semakin menimbulkan kesalahpahaman. Seperti cara meminta maaf yang terdengar tidak tulus atau tidak lengkap sehingga tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan.
Tak hanya pada orang dewasa, bahasa permintaan maaf juga penting diajarkan pada anak, Moms. Martin menyebut, anak perlu tahu bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk meminta maaf maupun memberi maaf.
"Kami membantu mereka memahami apa yang mereka butuhkan untuk memberikan maaf sehingga mereka dapat menetapkan batasan mereka dan mengekspresikan diri mereka dengan jelas dan tegas dalam menghadapi perbedaan pendapat," kata Martin, dikutip dari You Are Mom.
1. Nyatakan penyesalan
Ajarkan anak untuk menunjukkan aspek emosional dari permintaan maaf. Yaitu, mengungkapkan perasaannya tentang apa yang telah ia lakukan. Seperti malu, bersalah, sedih, atau kewalahan. Tujuannya adalah untuk menekankan bahwa ia merasa tidak enak karena telah melakukan kesalahan.
Ungkapan penyesalan juga berarti memvalidasi emosi orang lain dengan menyatakan bahwa anak memahami perilakunya menyebabkan temannya sakit, sedih, atau marah.
2. Terima Tanggung Jawab
Penting untuk menanamkan pada anak bahwa jika ia bersalah, maka harus bertanggung jawab tanpa berusaha menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, atau mencari hal-hal yang meringankan.
Misalnya, mengatakan "Maaf aku merusak mainanmu, tetapi kamu membuatku marah," bukanlah permintaan maaf yang baik. Sebab, setiap kata "tetapi" membatalkan pengakuan tanggung jawab itu.
3. Kembalikan Kerusakan yang Terjadi
Bagi sebagian orang, sangat penting untuk mengetahui bahwa mereka masih dicintai, termasuk setelah terjadi kesalahan. Mereka menghargai upaya untuk menebus kesalahan.
Misalnya jika anak merusak mainan temannya, ajarkan padanya untuk menawarkan perbaikan atau mengganti dengan yang baru.
4. Tunjukkan Keinginan untuk Berubah
Banyak orang yang sangat menghargai keinginan untuk berubah. Karena itu menunjukkan bahwa mereka tahu bahwa mereka telah melakukan kesalahan dan tidak ingin melakukannya lagi.
Oleh karena itu, orang dengan bahasa permintaan maaf tersebut membutuhkan orang lain untuk menyatakan secara verbal bahwa mereka akan berusaha menjadi lebih baik, meskipun itu membutuhkan waktu.
5. Minta Pengampunan
Terakhir, ada orang yang membutuhkan orang lain untuk meminta maaf secara langsung dan rendah hati. Bagi sebagian orang, hal ini sulit dilakukan, karena membebani harga diri mereka dan membuat mereka merasa terlalu rentan atau terbuka terhadap tanggapan orang lain. Namun, mungkin diperlukan dalam beberapa kasus.
Tips Ajarkan Bahasa Permintaan Maaf pada Anak
Mungkin sulit bagi anak kecil untuk memahami perbedaan antara 5 bentuk permintaan maaf ini. Agar lebih mudah dimengerti si kecil, coba ajarkan dengan beberapa permainan seru berikut ini, Moms!
- Jelaskan bahwa setiap orang perlu meminta maaf dengan cara yang berbeda dan beri tahu terdiri dari apa masing-masing dari 5 bahasa tersebut.
- Bantu anak mengidentifikasi yang mana yang sesuai dengan karakter mereka dan diskusikan mana yang disukai setiap anggota keluarga.
- Lakukan latihan bermain peran, di mana berbagai bentuk pemaafan diperagakan atau dipentaskan.
Misalnya, “Bagaimana cara kamu meminta maaf kepada seseorang yang memiliki bahasa mengungkapkan penyesalan?”. Ini akan membantu mereka berlatih dan memilih cara meminta maaf yang sesuai.
- Mengambil contoh kasus dari cerita, dongeng, atau film . Jika Anda menonton adegan di mana karakter utama melakukan kesalahan dan meminta maaf, Anda dapat menggunakan kesempatan ini untuk mendiskusikan bahasa apa yang mereka gunakan.
- Buat flash card dengan frasa yang mewakili berbagai bahasa. Saat Anda menariknya keluar, minta anak untuk menebak yang mana. Misalnya, kartu yang mengatakan "apa yang saya lakukan salah, saya tidak punya alasan," akan mewakili bahasa tanggung jawab.
Nikmati Hubungan yang Sehat
Dengan kegiatan yang dapat dijadikan permainan ini, anak-anak menjadi terbiasa dengan berbagai cara meminta maaf dan akan semakin terampil dalam menanganinya. Menurut penelitian, anak-anak secara alami cenderung meminta maaf dan menggunakan strategi yang berbeda untuk melakukannya.
Secara khusus, 5 bahasa permintaan maaf akan membantu mereka menyelesaikan konflik dengan saudara dan teman sebayanya serta menghindari kesalahpahaman. Jika mereka mampu mengakui kesalahan mereka dan memahami kebutuhan orang lain untuk merasa lebih baik, mereka akan menikmati hubungan yang lebih sehat dan langgeng.
***
Dapatkan informasi terupdate seputar dunia parenting dan motherhood setiap hari hanya di Moms Update! Cari tahu informasi lengkapnya di media sosial kumparanMOM! Klik di sini.
