Kumparan Logo

5 Cara Melatih Anak Mandiri

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak mandiri.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak mandiri. Foto: Shutterstock

Kemandirian adalah keterampilan dasar yang perlu dimiliki anak. Oleh karena itu orang tua perlu mengajarkannya sejak dini.

Verywell Family melansir, mengajarkan anak mandiri membuatnya tak selalu bergantung pada orang lain, lebih percaya diri, dan melatih tanggung jawab sejak dini. Namun demikian, mengajari anak untuk mandiri terkadang bukan hal yang mudah. Lantas apa yang bisa dilakukan orang tua agar anak mandiri?

Tips Melatih Anak Agar Lebih Mandiri

Ibu rumah tangga dan anak perempuan bernyanyi. Foto: PR Image Factory/Shutterstock

-Sampaikan Harapan yang Logis

Orang tua perlu menyampaikan dengan jelas apa yang ia harapkan dari anak. Pastikan harapan tersebut mampu dicapai anak dan tidak muluk-muluk. Sebab jika harapan terlalu tinggi atau bebannya terlalu berat, anak bisa kewalahan.

Di sisi lain, jika ekspektasi Anda terlalu rendah, Anda tidak akan menantang mereka untuk melakukan hal-hal yang mampu mereka pelajari. Jadi berusahalah untuk menciptakan ekspektasi yang masuk akal sambil menyadari bahwa prosesnya memerlukan sedikit percobaan dan kesalahan.

Perjelas ekspektasi Anda dengan mengatakan hal-hal seperti, “Ibu harap kamu bisa pakai baju dalam waktu kurang dari lima menit,” atau “Ibu berharap kamu taruh piring di wastafel setelah selesai makan.”

Ilustrasi ayah dan anak membuat prakarya Foto: Shutterstock

-Luangkan Waktu untuk Mengajari

Tentu saja orang tua perlu mengajari anak apa yang harus dilakukan. Jangan hanya menuntut tanpa mengajarkan ya, Moms.

Jelaskan pada anak mengapa mereka harus melakukan hal itu. Ceritakan juga manfaatnya jika ia menjadi anak yang mandiri dan betapa repotnya ia di kemudian hari jika tak bisa mandiri.

-Tetapkan Rutinitas

Kebanyakan anak-anak melakukan yang terbaik ketika mereka memiliki rutinitas. Rutinitas yang baik akan membantu mereka mengetahui apa yang perlu dilakukan dalam urutan tertentu.

Misalnya rutinitas pagi, seperti mandi, sarapan dan membereskan peralatan sekolah. Kemudian pada saat pulang sekolah, anak bisa diajari membersihkan diri, mengganti baju, mengerjakan pekerjaan rumah, hingga membantu orang tua memasak.

Ilustrasi keluarga bahagia dengan satu anak saja. Foto: Shutter Stock

-Bentuk Perilaku Mereka

Anda harus memberi contoh langsung, apabila Anda ingin si kecil yang masih berusia 6 tahun menenangkan diri ketika kesal, atau Anda ingin anak yang sudah remaja mengetahui cara menyiapkan makan malam.

Tunjukkan pada mereka apa yang harus dilakukan. Kemudian, bimbing mereka saat mereka mencoba melakukannya sendiri. Berikan respons positif ketika mereka melakukan hal-hal itu dengan benar. Arahkan mereka ketika melakukan kesalahan.

-Berikan Pujian dan Imbalan

Beri anak Anda pujian apabila mereka bisa mengerjakan sesuatu atau mulai rutin melakukan aktivitas tertentu. Tunjukkan bahwa Anda terkesan dengan kemampuan mereka.

Selain itu, Anda juga bisa menawarkan insentif. Beri mereka hadiah apabila mereka menunjukkan perkembangan yang baik ya, Moms.

kumparan post embed