kumparan
1 Mei 2018 15:45

5 Fakta Tentang Kecerdasan Anak

Ilustrasi anak belajar dan membaca. (Foto: Thinkstock)
Semua orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh cerdas. Berbagai upaya pun dilakukan, mulai dari memberikan makanan bergizi hingga menyekolahkan anak di tempat terbaik.
ADVERTISEMENT
Tapi sesungguhnya, apa arti dari kecerdasan itu sendiri?
Menurut psikolog bidang pendidikan asal Amerika Serikat, Anita Woolfolk Hoy, kecerdasan adalah kemampuan untuk belajar, keseluruhan pengetahuan yang diperoleh, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya.
Sementara merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cerdas memiliki arti kesempurnaan perkembangan akal budi manusia untuk berpikir dan mengerti. Para ahli mengatakan bahwa kecerdasan dapat distimulasi sejak tahun pertama anak.
Nah Moms, sebelum Anda mencari tahu cara menstimulasi kecerdasan anak, ketahui dulu fakta-fakta menarik seputar kecerdasan anak berikut ini:
1. Teori Kecerdasan Cair dan Kristal
Membaca untuk bayi (Foto: Thinkstock)
Secara teoritis, kecerdasan dibagi menjadi dua, yaitu kecerdasan cair dan kecerdasan kristal.
ADVERTISEMENT
Kecerdasan cair adalah kecerdasan bawaan yang berbasis pada sifat biologis. Kecerdasan ini akan meningkat sesuai dengan pertambahan usia. Dengan mencapai puncak pada saat dewasa dan menurun pada saat tua karena proses biologis tubuh.
Sementara kecerdasan kristal adalah kecerdasan yang diperoleh dari proses pembelajaran dan pengalaman hidup. Jenis kecerdasan ini dapat terus meningkat, tidak ada batas maksimal, selama manusia masih bisa dan mau belajar.
Hasil dari pengukuran kecerdasan itulah yang kemudian diolah menjadi skor IQ anak Anda.
2. Jenis-jenis Kecerdasan
Anak belajar berhitung (Foto: Pixabay)
Menilai kecerdasan anak tak bisa hanya berdasarkan nilai tes IQ saja. Selain Inteligent Qutient (IQ), ternyata ada dua jenis kecerdasan lainnya, yaitu Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ). Lebih lengkapnya, Anda dapat membaca seputar jenis-jenis kecerdasan tersebut di sini.
ADVERTISEMENT
3. Peran Otak yang Berkaitan dengan Kecerdasan
Menyehatkan otak (Foto: Thinkstock)
Kecerdasan, kreativitas, emosi, ingatan, dan pergerakan tubuh adalah beberapa dari banyak hal yang diatur oleh otak. Hal tersebut dikarenakan otak adalah organ yang menjadi pusat perintah dan sistem saraf manusia.
Secara umum berdasarkan fungsi biologisnya, otak manusia terbagi dalam tiga bagian, yaitu otak kiri, bagian otak kanan dan otak kecil. Masing-masing bagian tersebut tentunya memiliki karakteristik dan tugas yang spesifik.
Otak kiri merupakan bagian otak yang bertugas untuk berpikir secara kognitif dan rasional. Bagian otak ini memiliki karakteristik khas yang bersifat logis, matematis, analitis, realistis.
Sebaliknya, otak kanan merupakan bagian otak yang memiliki tugas berpikir sesuai perasaan dan emosi. Bagian otak ini memiliki karakteristik spiritual, emotional, artistik, kreatif, dan imajinatif.
ADVERTISEMENT
Sementara otak kecil bertugas sebagai mesin perekam seluruh kejadian yang berlangsung dalam kehidupan.
4. Teori Kecerdasan Majemuk
Ilustrasi anak belajar (Foto: Thinkstock)
"Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah anak yang menonjol pada satu atau beberapa jenis kecerdasan"
Pernah mendengar kutipan kalimat di atas, Moms?
Seorang pakar pendidikan dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, Thomas Armstrong, mengungkapkan bahwa tidak ada anak yang bodoh. Setiap anak memiliki jenis kecerdasannya masing-masing, Moms.
Dr. Howard Gardner, profesor bidang pendidikan di Harvard University, Amerika Serikat, mengemukakan sebuah teori yang diberi nama Teori Kecerdasan Majemuk. Howard membaginya menjadi 8 jenis kecerdasan anak.
Setiap anak bisa saja memiliki 8 jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menonjol pada satu atau dua jenis kecerdasan saja. Belakangan, banyak ahli juga menyebutkan 1 kecerdasan tambahan lagi dari 8 jenis kecedasan versi Gardner, yaitu kecerdasan moral.
ADVERTISEMENT
5. Peran Orang Tua
Ilustrasi anak belajar dan membaca. (Foto: Thinkstock)
Pola asuh orang tua sangat berpengaruh dalam meningkatkan kecerdasan anak. Menurut psikolog Annelia Sari Sani, orang tua adalah sosok yang paling mengenal kecerdasan anaknya, sehingga diharapkan mampu menstimulasi kecerdasan anaknya dengan baik.
"Orang tua adalah observer yang paling jago. Setelah mengenal (kecerdasan anaknya), orang tua tentu akan memberikan stimulasi. Saya menganjurkan ke orang tua, kalau mau stimulasi kecerdasan anak itu jangan di bagian yang dia jago saja. Tapi, stimulasi dengan merata," ujar psikolog yang biasa disapa Anne Sani ini kepada kumparanMOM (kumparan.com).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan