5 Jenis Latihan untuk Anak dengan Autisme yang Bisa Bantu Perkembangannya
ยทwaktu baca 3 menit

Anak dengan autisme biasanya memiliki hambatan dalam berkomunikasi, bersosialisasi dan punya perilaku berulang. Meski hingga kini belum diketahui penyebab pastinya, tapi faktor genetik dipercaya punya andil dalam memengaruhi kondisi tersebut.
Tidak ada obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan kelainan syaraf ini. Artinya, autisme akan terus disandang anak hingga usia dewasa.
Akan tetapi, ada beberapa terapi atau latihan yang bisa dilakukan untuk mengelola perilaku dan membantu tumbuh kembang anak agar lebih optimal.
Dikutip dari Healthline, berikut beberapa jenis latihan yang perlu dilakukan oleh anak dengan autisme untuk membantu perkembangannya.
Macam-macam Latihan yang Bisa Dilakukan oleh Anak dengan Autisme
1. Merangkak
Latihan merangkak dapat membantu meningkatkan koordinasi dan perencanaan motorik, hingga membangun kekuatan otot tubuh bagian atas anak dengan autisme. Cara yang bisa dilakukan antara lain:
Mulailah berlutut dengan posisi merangkak (kedua tangan di bawah bahu dan lutut di bawah pinggul)
Rentangkan kaki hingga sedikit tertekuk, lalu rentangkan jari tangan dengan lebar agar dapat menahan beban tubuh di lantai dengan optimal
Berjalanlah menggunakan kaki dan tangan di lantai sekitar 10-20 langkah
Lakukan hal yang sama untuk berjalan mundur
Ulangi latihan ini beberapa kali untuk hasil yang optimal
2. Melempar benda berbobot
Melempar benda berbobot, seperti bola basket, dapat membantu meningkatkan kekuatan dan keseimbangan tubuh. Selain itu, latihan ini juga bisa melatih koordinasi tubuh dan merangsang pusat otak yang bertanggung jawab untuk memori jangka pendek anak dengan autisme, Moms. Cara yang bisa dilakukan adalah:
Mulailah dalam posisi berdiri, pegang bola di kedua tangan.
Angkat bola ke atas dengan tangan lurus.
Banting atau lempar bola ke arah tanah dengan kekuatan yang maksimal.
Secara bertahap, cobalah lempar bola ke target yang sudah ditentukan. Atau, tambah bobot bola untuk mencapai hasil yang optimal.
3. Melompat
Melompat bisa bantu meningkatkan daya tahan kardiovaskular, memperkuat otot-otot kaki, dan meningkatkan kesadaran tubuh anak dengan autisme. Saat latihan, si kecil disarankan menggunakan sepatu antiselip atau menghindari tempat yang licin agar tidak terpeleset.
Di samping itu, cobalah untuk mulai melakukan dengan ritme pelan agar otot-otot kaki si kecil tidak langsung tertarik. Cara yang bisa dilakukan, yaitu:
Mulailah dalam posisi jongkok dengan menekuk kedua lutut. Usahakan kedua telapak kaki sejajar, dan kedua tangan terletak di depan dada.
Lompatlah dari posisi jongkok, sambil merentangkan kedua tangan dan buka kaki menjadi lebar.
Ulangi latihan ini hingga anak nyaman melakukannya.
4. Membentuk lingkaran lengan
Latihan membentuk lingkaran lengan dipercaya dapat bantu memberikan umpan balik yang dibutuhkan oleh tubuh anak dengan autisme. Selain itu, gerakan ini bisa mengurangi perilaku berulang seperti bertepuk tangan berkali-kali, serta meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan bahu dan punggung tanpa menggunakan peralatan satupun. Cara melakukannya antara lain:
Berdiri dengan kaki selebar bahu, lalu rentangkan tangan lurus ke samping sampai sejajar dengan bahu.
Tarik kedua tangan untuk membuat lingkaran kecil, jaga lengan agar tetap lurus.
Mulailah dari lingkaran kecil hingga besar secara bertahap, kemudian ulangi beberapa kali untuk hasil yang optimal.
5. Latihan cermin
Anak dengan autisme biasanya sulit berinteraksi dengan orang lain atau lingkungan sekitar. Untuk mengatasinya, ia disarankan untuk latihan cermin. Ya, latihan cermin dapat mendorong anak untuk meniru apa yang dilakukan orang lain, meningkatkan koordinasi, kesabaran tubuh, dan keterampilan sosial anak dengan autisme. Untuk melakukannya, sebaiknya Anda mendampingi si kecil untuk melakukan gerakan-gerakan yang dapat ditiru.
Berikut cara melakukannya:
Siapkan cermin yang bisa menunjukkan dua orang, kemudian berdiri dengan si kecil di depan cermin itu.
Lakukan gerakan sederhana, lalu mintalah anak untuk menirunya. Jika berhasil, lakukan gerakan yang lebih kompleks.
Cobalah sentuh beberapa bagian tubuh anak, seperti bahu, lengan, atau pun kaki, agar si kecil juga mencoba untuk melakukannya.
