Kumparan Logo

5 Kondisi Bayi yang Berisiko Alami Penyakit Kuning

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penyakit kuning pada bayi. Foto: Bonn_A/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyakit kuning pada bayi. Foto: Bonn_A/Shutterstock

Salah satu penyakit yang umum dialami bayi baru lahir adalah penyakit kuning. Mengutip Baby Gaga, bayi baru lahir memiliki jumlah sel darah merah yang berlebihan saat lahir, hampir sebanyak orang dewasa.

Karena organ hati bayi belum cukup matang untuk memecah sel darah merah tersebut, akhirnya menghasilkan bilirubin, yaitu pigmen kuning yang membuat warna kulit dan mata bayi berubah kekuningan.

Mengutip Mayo Clinic, ada beberapa kondisi lain yang menyebabkan bayi kuning. Di antaranya yaitu adanya pendarahan dalam, infeksi pada darah bayi, infeksi virus atau bakteri, ketidakcocokan antara darah ibu dan bayi, kerusakan hati, defisiensi enzim, kelainan sel darah merah, dan atresia bilier, yaitu kondisi ketika saluran empedu bayi tersumbat.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan risiko penyakit kuning meningkat pada bayi baru lahir. Apa saja itu? Simak penjelasan berikut ini, Moms.

kumparan post embed

Faktor Risiko Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir

Ilustrasi bayi kuning atau jaundice Foto: Shuttestock

1. Bayi Lahir Prematur

Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu mungkin tidak dapat memproses bilirubin secepat bayi cukup bulan. Selain itu, bayi prematur umumnya juga menyusu dan buang air besar lebih sedikit, sehingga bilirubin yang dikeluarkan lewat feses lebih sedikit.

2. Memar saat Lahir

Bayi baru lahir yang mengalami memar setelah dilahirkan mungkin memiliki kadar bilirubin yang lebih tinggi dibanding bayi pada umumnya. Selain itu, si kecil juga mengalami pemecahan sel darah merah lebih banyak, sehingga menghasilkan bilirubin dalam tubuhnya.

3. Faktor Golongan Darah

Ilustrasi bayi kuning atau jaundice Foto: Shutterstock

Perbedaan golongan darah antara ibu dengan bayi juga dapat memicu penyakit kuning. Hal ini disebabkan oleh adanya antibodi yang berbeda yang diterima oleh bayi melalui plasenta, sehingga menyebabkan kerusakan sel darah merah yang cepat dan abnormal.

4. Kurangnya Menyusu

Bayi yang kurang menyusu berisiko lebih tinggi terkena penyakit kuning. Hal itu disebabkan oleh dehidrasi dan kurangnya asupan kalori yang didapatkan si kecil. Para ahli merekomendasikan agar ibu lebih sering menyusui bayi dengan penyakit kuning untuk menurunkan kadar bilirubin dalam tubuhnya.

5. Faktor Ras

Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi keturunan Asia Timur memiliki risiko penyakit kuning lebih tinggi dibanding ras lainnya.

kumparan post embed