5 Makanan Ini Tidak Boleh Diberikan pada Bayi di Bawah 1 Tahun

Bayi di bawah usia 1 tahun membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembangnya. Saat mulai mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI), Anda juga perlu memperhatikan jenis makanan, tekstur, serta cara pengolahannya agar tetap aman untuk si kecil.
Sebab, tidak semua makanan yang biasa dikonsumsi orang dewasa cocok diberikan kepada bayi. Beberapa di antaranya bahkan berisiko menyebabkan masalah kesehatan, mulai dari tersedak hingga infeksi.
Dokter spesialis anak sekaligus expert kumparanMOM, dr. Aisya Fikritama, SpA, menjelaskan ada beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu dihindari atau diperhatikan keamanannya untuk bayi di bawah usia 1 tahun.
5 Makanan yang Dilarang Diberikan pada Bayi di bawah 1 Tahun
1. Madu
Madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 1 tahun karena berisiko menyebabkan botulisme pada bayi.
“Kondisi ini merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan kelemahan otot hingga gangguan pernapasan,” kata dr. Aisya pada kumparanMOM, Senin (12/10).
2. Susu Sapi UHT
Susu sapi UHT tidak dianjurkan sebagai minuman utama bagi bayi di bawah usia 1 tahun.
“Salah satu alasannya adalah kandungan zat besinya yang rendah sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan zat besi bayi dengan baik,” jelasnya.
Pada usia ini, ASI atau susu formula yang sesuai tetap menjadi sumber susu utama. Sementara itu, pemberian MPASI perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan nutrisi bayi.
3. Makanan yang Berisiko Menyebabkan Tersedak
Orang tua juga perlu memperhatikan bentuk dan tekstur makanan yang diberikan kepada si kecil. Kacang utuh, popcorn, permen keras, dan anggur utuh termasuk makanan yang berisiko menyebabkan tersedak.
“Makanan yang keras atau berbentuk bulat juga perlu dihindari jika penyajiannya berisiko menyumbat jalan napas bayi. Karena itu, makanan harus disiapkan dengan tekstur dan bentuk yang sesuai dengan kemampuan makan anak,” jelasnya.
4. Makanan Tinggi Garam dan Gula Tambahan
Makanan dengan kandungan garam tinggi dan gula tambahan sebaiknya dihindari dalam pemberian MPASI. Konsumsi berlebihan dapat membentuk preferensi terhadap rasa asin atau manis dan meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk obesitas.
5. Telur, Daging, Ikan, dan Makanan Laut Mentah atau Kurang Matang
Telur, daging, ikan, dan makanan laut yang masih mentah atau kurang matang berisiko mengandung bakteri maupun patogen penyebab infeksi.
Karena sistem kekebalan tubuh bayi masih berkembang, makanan perlu dimasak hingga matang dengan cara pengolahan yang aman. Pastikan juga bahan makanan dan peralatan memasak tetap bersih untuk mengurangi risiko kontaminasi.
“Yang perlu diperhatikan bukan hanya jenis makanannya, tetapi juga cara pengolahan, tekstur, kebersihan, dan jumlah yang dikonsumsi anak,” tutup dr. Aisya.
