5 Pertimbangan Sebelum Tambah Anak

Setelah pertanyaan kapan nikah dan punya anak, selanjutnya adalah 'kapan tambah momongan, nih?'
Sudah pernah dilontarkan jenis pertanyaan ini, Moms?
Nah, menurut kami di kumparanMom (kumparan.com), tidak perlu sampai dibawa pusing lantas emosi malam ini segera merencanakan kehamilan! Soal menambah momongan perlu persiapan matang. Maka, Anda bisa menanyakan lima hal ini dulu pada diri Anda. Apa saja?
1. Apakah saya sudah siap?

Pengalaman kehamilan dan proses bersalin anak pertama biasanya akan berpengaruh pada kehamilan kedua dan seterusnya, Moms. Belum lagi bila hal tersebut pernah meninggalkan dampak traumatis pada Anda dan pasangan. Misalnya mengalami perdarahan setelah bersalin.
Sebelum mantap menambah momongan, pastikan Anda sudah siap secara mental dan fisik dengan didukung oleh pasangan dan sudah mengantongi izin dari dokter ya, Moms.
2. Bagaimana dengan jarak kehamilan?
Mengatur jarak kehamilan anak bisa dibilang sebuah win-win solution, Moms. Alasannya karena Anda perlu memikirkan dan memastikan dari sisi kesehatan Anda yang mesti benar-benar pulih dan beristirahat setelah bersalin.
Tubuh Anda baru saja 'habis-habisan' menyalurkan nutrisi untuk si sulung, dan Anda mesti mengembalikan lagi nutrisi tersebut untuk diri Anda sendiri terlebih dulu, sambil menjaga nutrisi si sulung berlangsung dengan baik pula. Para ahli menyebut, 18-23 bulan setelah melahirkan si sulung merupakan waktu yang dianjurkan untuk merencanakan kehamilan berikutnya.
Bila ditilik secara psikologis pula, dalam waktu tersebut orang tua juga mesti mempersiapkan si sulung secara pelan-pelan menjadi kakak.
3. Masalah finansial keluarga aman?

Kondisi hamil dan melahirkan butuh biaya yang tidak sedikit, Moms. Biasanya sampai jumlah batas anak tertentu, perusahaan tempat Anda maupun suami bekerja masih menanggungnya. Namun ada baiknya, Anda memperhatikan dan mempelajarinya pula secara seksama agar kesehatan Anda dan anak terjamin. Misalnya, Anda mesti memerhatikan dan menyiapkan dana tambahan pula untuk jenis pelayanan kesehatan yang tidak ditanggung kantor.
Tentu saja, perlu dipikirkan pula soal membagi secara adil anggaran pendidikan dan rancangan masa depan bagi masing-masing anak.
4. Siapa yang mengurus?
Anda sudah tahu benar rasanya mengurusi anak pertama. Nah, sekarang fokus ada pada bayi, namun si sulung juga tidak dapat dilepas sendiri. Pikirkan ini, Moms. Mungkin sudah waktunya untuk menggunakan jasa babysitter atau ART.
5. Adil berbagi kasih sayang

Anda sudah mulai menyiapkan anak buat jadi calon kakak. Misalnya dengan mengenalkan dan menanamkan rasa sayang dengan adik yang masih di dalam perut.
Tahapan selanjutnya adalah memastikan kakak agar tidak kekurangan bentuk kasih sayang dari orang tuanya, Moms. Hal yang sama juga berlaku untuk orang tua, misalnya saat sedang lelah lalu hindari melampiaskannya pada anak pertama. Bila begitu, bukan tidak mungkin si sulung jadi sebal dengan Anda dan adiknya nih, Moms!
