5 Perubahan pada Kulit yang Bisa Terjadi saat Hamil
ยทwaktu baca 3 menit

Hamil menjadi kabar yang membahagiakan bagi wanita yang memang sudah menantikan kehadiran buah hati. Kehamilan yang dijalani ibu selama 9 bulan tentu tidak selalu berjalan mulus-mulus saja.
Sering kali banyak perubahan secara fisik dan mental yang dialami ibu selama kehamilan. Sebut saja perut yang terus bertambah buncit setiap harinya dan berat badan yang kian meningkat. Belum lagi kadar hormon kehamilan yang tinggi juga menimbulkan masalah emosi yang terkadang sulit dikontrol ibu.
Berbicara soal kondisi fisik, perubahan kulit selama kehamilan bisa menjadi beban sendiri bagi beberapa ibu hamil. Pasalnya masalah kulit saat hamil bisa membuat ibu hamil tidak percaya diri untuk bertemu orang lain.
Lantas, apa saja sih perubahan kulit yang bisa terjadi saat hamil?
Macam-macam Perubahan Kulit yang Bisa Terjadi saat Hamil
1. Munculnya Bercak Hitam
Beberapa ibu hamil mengembangkan bercak kehitaman tidak beraturan di wajah, paling sering di pipi bagian atas, hidung, bibir, dan dahi. Mengutip Pregnancy Birth Baby, kondisi ini disebut dengan kloasma atau yang dikenal juga dengan melasma selama kehamilan.
Kloasma muncul akibat rangsangan sel penghasil pigmen oleh hormon seksual wanita, sehingga menimbulkan lebih banyak pigmen melanin (warna gelap) saat kulit terpapar matahari.
Kloasma bisa terjadi pada semua ibu hamil, namun mereka yang memiliki tipe kulit kecoklatan dan tinggal di daerah yang sering terpapar matahari memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi ini. Meski begitu, bercak kehitaman ini biasanya akan memudar beberapa bulan usai melahirkan. Jadi Anda tidak perlu khawatir ya, Moms.
Sebagai langkah pencegahan, sebaiknya gunakan krim tabir surya setiap ingin keluar rumah di siang hari. Ini mungkin tidak akan mencegah kemunculan kloasma, namun setidaknya memperlambat laju penggelapan kulit Anda.
2. Warna Kulit Menggelap
Perubahan hormon yang terjadi saat hamil juga menyebabkan area kulit lainnya lebih menggelap atau kusam. Beberapa ibu hamil memiliki kulit di sekitar puting payudara yang lebih gelap dari biasanya. Ada juga ibu hamil yang mengembangkan garis kehitaman di perut yang disebut linea nigra. Namun perlu dipahami, semua kondisi ini normal dan tidak berbahaya bagi ibu maupun janin.
3. Stretch Mark
Stretch mark menjadi keluhan yang umum saat hamil. Garis halus berwarna keunguan atau keputihan ini biasanya mulai muncul pada trimester ketiga kehamilan atau mungkin juga lebih awal. Stretch mark merupakan bentuk respons akibat kulit yang meregang saat hamil.
Stretch mark biasanya muncul di beberapa area seperti, payudara, perut, pinggang, hingga paha ibu hamil. Kondisi ini tidak berbahaya untuk kehamilan, namun sering kali menurunkan kepercayaan diri beberapa ibu.
4. Urat Merah di Pipi
Urat merah di pipi atau spider veins juga ditemukan pada beberapa ibu hamil. Dikutip dari Babycenter, ini merupakan pembuluh darah kecil yang pecah (kapiler) yang tidak berbahaya dan biasanya muncul pada trimester pertama dan kedua kehamilan.
Spider veins muncul karena volume darah di dalam tubuh ibu meningkat selama kehamilan. Kadar hormon estrogen yang lebih tinggi juga menyebabkan tekanan pada pembuluh darah yang membuatnya tampak jelas di beberapa bagian seperti wajah, tenggorokan, leher, dan lengan Anda, Moms.
5. Jerawat
Peningkatan kadar hormon selama kehamilan mendorong produksi sebum atau minyak yang membuat kulit terasa lebih kenyal. Namun, terlalu banyak sebum menyebabkan pori-pori tersumbat, sehingga membuat kulit berminyak, mudah kotor, dan timbul jerawat.
Kelenjar penghasil sebum yaitu sebaceous biasanya paling aktif di akhir kehamilan. Namun jerawat juga bisa muncul lebih awal jika Anda memang memiliki riwayat kulit dengan masalah yang sama.
