Kumparan Logo

5 Pilar Penting untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Brand Ambassador Le Minerale Zaskia Sungkar mengisi sesi Talk Show Le Minerale "Orang Tua Cerma, Anak Sehat: Bersam Membangun pada kumparanMOM Festival Hari Anak 2026 di Ex Taman Anggrek, GBK, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Brand Ambassador Le Minerale Zaskia Sungkar mengisi sesi Talk Show Le Minerale "Orang Tua Cerma, Anak Sehat: Bersam Membangun pada kumparanMOM Festival Hari Anak 2026 di Ex Taman Anggrek, GBK, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kebiasaan makan anak ternyata sudah mulai terbentuk sejak masih berada di dalam kandungan. Namun, selain memastikan asupan makanan yang bergizi, orang tua juga perlu memerhatikan berbagai kebutuhan lain untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dokter spesialis anak, dr. Ria Yoanita, Sp.A mengungkapkan, setidaknya ada lima pilar yang perlu diperhatikan orang tua, yakni nutrisi yang adekuat, kualitas tidur, imunisasi lengkap, stimulasi dari lingkungan yang sehat, serta hidrasi yang cukup.

Hidrasi Sering Terlupakan dalam Tumbuh Kembang Anak

Ilustrasi Klinik Tumbuh Kembang Anak. Foto: Shutter Stock

Dari lima pilar tersebut, kebutuhan cairan anak masih sering luput dari perhatian orang tua. Padahal, anak memiliki aktivitas yang tinggi dan belum selalu mampu mengenali atau menyampaikan rasa haus yang dirasakannya.

“Contohnya nutrisi yang adekuat, kemudian pemenuhan kualitas tidur, pemberian imunisasi yang lengkap, stimulasi lingkungan yang sehat, yang terakhir yang sering dilupakan adalah hidrasi yang cukup,” ujar dr. Ria di kumparanMOM Festival Hari Anak, Sabtu (25/7).

Menurutnya, rasa haus pada anak cenderung tidak terlalu kuat. Akibatnya, anak bisa tetap aktif bermain dan beraktivitas tanpa menyadari bahwa tubuhnya membutuhkan cairan.

“Pada anak itu rasa hausnya agak sedikit kurang. Aktivitas tinggi, tapi enggak gampang bilang haus,” katanya.

Dehidrasi Ringan Bisa Ganggu Konsentrasi Anak

Kurangnya asupan cairan dapat membuat anak mengalami dehidrasi ringan. Kondisi tersebut terjadi ketika kadar cairan dalam tubuh berkurang sekitar 1-2 persen.

Meski tergolong ringan, kondisi ini tetap dapat memengaruhi aktivitas anak sehari-hari, termasuk konsentrasi dan daya ingat.

“Jadi bisa jatuh dalam kondisi yang namanya dehidrasi ringan, yaitu penurunan kadar cairan 1-2 persen di dalam badan. Nah, kalau sudah begitu, itu bisa memengaruhi memori si anak, jadi mengantuk, enggak konsen,” jelas dr. Ria.

Oleh karena itu, orang tua perlu membiasakan anak minum secara rutin dan tidak hanya menunggu sampai mereka mengeluhkan rasa haus.

Pilih Wadah Makan dan Botol yang Aman

Selain memastikan anak mendapatkan cukup cairan, orang tua juga perlu memperhatikan wadah yang digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman anak.

dr. Ria mengingatkan pentingnya memilih wadah makan dan botol minum yang bebas BPA (bisphenol A). Sebab, BPA merupakan bahan kimia yang dapat mengganggu sistem hormon.

“Menurut studi, memang BPA ini bisa merusak, mengganggu hormon kita. Jadi bisa kanker. Kalau pada perempuan bisa menimbulkan pubertas dini atau pubertas prekoks. Ada ilmiah, ada studi juga yang bilang katanya bisa berefek ke gangguan perilaku,” tuturnya.

Dengan demikian, mendukung tumbuh kembang anak tidak hanya dilakukan dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

Orang tua juga perlu memastikan lima pilar tumbuh kembang terpenuhi, mulai dari nutrisi, tidur, imunisasi, stimulasi lingkungan, hingga kebutuhan hidrasi yang cukup, ya, Moms.