5 Tanda Anak Mengalami Kesulitan di Sekolah
·waktu baca 3 menit

Sebagai orang tua, penting bagi Anda untuk memantau perkembangan anak di sekolah. Jika Anda melihat si kecil mulai kehilangan semangat, sering mengeluh tentang sekolahnya, bahkan sampai malas pergi ke sekolah, bisa jadi ia mengalami kesulitan di sekolah.
Menurut ahli kesehatan mental dan spesialis kecanduan di North Carolina, Amerika Serikat, Haily Shafir, LCMHCS, LCAS, CCS., ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab anak mengalami kesulitan di sekolah. Seperti tantangan sosial, masalah akademik, hingga masalah kesehatan fisik atau mental. Selain itu, kesulitan anak juga dapat disebabkan oleh masalah di rumah, peristiwa traumatis, dan rasa kecewa terhadap guru atau teman.
“Penindasan dan hubungan teman sebaya adalah sumber masalah sekolah yang lebih umum pada anak dan remaja, tetapi gangguan belajar, masalah kesehatan mental atau fisik, dapat mempengaruhi anak-anak dari segala usia,” jelasnya sebagaimana dikutip dari Verywell Family.
Lantas, seperti apa tanda-tanda anak mengalami kesulitan di sekolah?
Tanda-tanda Anak Kesulitan di Sekolah
1. Menolak Membicarakan Sekolah
Anak yang tiba-tiba menjadi tertutup dan menolak membicarakan sekolahnya bisa jadi mengalami kesulitan belajar. Dalam hal ini, orang tua mungkin perlu menghargai anak jika memang ia tidak mau membicarakan tentang sekolahnya. Meski begitu, orang tua tetap perlu hadir untuk membantu anak menghadapi masa sulit tersebut.
“Lihat tugas sekolah mereka atau formulir apa pun yang perlu ditandatangani, bantu mengerjakan pekerjaan rumah, dan sebagainya. Ini membuat Anda tetap terhubung dan memungkinkan Anda mendapatkan beberapa gagasan tentang bagaimana kinerja atau interaksi anak Anda di sekolah,” jelas Lydia D. Antonatos, LMHC., konselor kesehatan mental berlisensi di Florida.
Ya Moms, selama selalu terhubung dengan anak, Anda dapat mendeteksi masalah yang mungkin dialami si kecil di sekolah dan berupaya mencari solusinya.
2. Mengalami Perubahan Sikap Tentang Sekolah
Anak yang mengalami kesulitan belajar akan menunjukkan perubahan sikap tentang sekolahnya. Ia jadi lebih sering mengeluh, merasa bosan dengan sekolahnya, hingga menutup diri. Tak hanya malas belajar, ia mungkin juga enggan bertemu dan bermain bersama teman-teman sekolahnya lagi.
3. Mengalami Perubahan Fisik
Kesulitan di sekolah juga bisa berdampak pada kondisi fisik anak. Ia jadi sulit tidur, nafsu makan menurun, dan sering mengeluh sakit.
“Lebih umum bagi anak-anak kecil untuk melaporkan gejala fisik ketika mereka mengalami stres atau kecemasan. Mereka mungkin mengeluh sakit kepala atau sakit perut, atau menggambarkan bahwa mereka merasa sakit. Anak kecil sering tidak memiliki bahasa atau pemahaman tentang emosi atau bagaimana menggambarkannya,” ujar Shafir.
4. Menghabiskan Banyak Waktu untuk Mengerjakan PR
Kebijakan pekerjaan rumah (PR) umumnya bergantung pada guru dan sekolah. Namun, jika anak jadi lebih sering menghabiskan waktu di rumah untuk mengerjakan PR, bisa jadi ada masalah yang ia alami, seperti sulit membagi waktu dan sering menunda mengerjakan PR. Faktor guru yang terlalu banyak memberikan PR mungkin juga bisa menjadi penyebabnya.
5. Mendapat Laporan Buruk dari Guru
Setiap perubahan yang dialami anak di sekolah biasanya selalu dilaporkan pada orang tua. Jika Anda lebih sering mendapat laporan buruk dari guru, seperti catatan perilaku buruk yang bertambah dan penurunan nilai, coba tanyakan pada anak yang ia alami. Tetaplah bersikap bijak dan jangan menghakiminya ya, Moms.
