5 Tips Menyapih Anak Kembar

18 Maret 2022 11:03
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi kembar perempuan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi kembar perempuan. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Berhasil memberikan ASI eksklusif hingga lulus dua tahun pada menjadi kebanggaan tersendiri ya, Moms. Jelang menuntaskan ASI, Anda mulai bisa mempersiapkan untuk menyapih.
ADVERTISEMENT
Proses menyapih anak harus dipersiapkan dengan matang, perlahan dan jangan langsung memaksakan pada anak. Masa-masa ini menjadi salah satu tantangan berat bagi para ibu, bahkan perasaan bisa menjadi campur aduk karena menyusui akan segera berakhir.
Dan bisa lebih menantang lagi apabila dilakukan pada dua anaknya sekaligus alias kembar! Namun, benarkah menyapih dua anak dalam waktu berbarengan lebih sulit?
"Sependek yang saya dampingi, persiapannya sama aja dengan ibu yang bayinya tunggal," kata dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi, dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Menyapih anak kembar tidak dapat langsung berhasil pada kedua anak secara langsung. dr. Wiyarni menegaskan yang terpenting bagi orang tua adalah menerapkan proses Weaning with Love (WWL).
ADVERTISEMENT

Berikut tips menyapih yang bisa dilakukan bagi orang tua yang memiliki anak kembar:

Ilustrasi menyapih anak Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyapih anak Foto: Shutterstock
1. Ikuti Kesiapan Anak
Saat hendak memulai proses menyapih, ibu harus perhatian tanda-tanda anak mulai bisa disapih. Tidak ada patokan waktu, karena kesiapan setiap anak berbeda-beda.
"Ya diikuti apabila kedua bayinya sudah siap atau belum siap disapih. Prinsipnya kan menyapih dengan cinta = Baby Led Weaning. Orang tua mengikuti kapan bayinya siap menyapih dirinya," kata dr. Wiyarni.
Tanda-tanda anak siap disapih yang bisa diperhatikan adalah: anak mulai tidak tertarik saat menyusu di payudara ibu, tetap rewel saat sudah diberi ASI, waktu menyusu lebih pendek dari biasanya, dan perhatian mudah teralihkan saat sedang menyusu.
2. Jangan Langsung Berhenti
ADVERTISEMENT
Meskipun anak kembar mulai menyusu pada waktu yang bersamaan saat awal lahir, namun menyapih bisa menjadi kebalikannya. Ya Moms, menyapih anak kembar dilakukan secara individu.
dr. Wiyarni menjelaskan, pada umumnya akan ada satu anak yang bisa lebih dulu setop menyusui, lalu disusul oleh kembarannya. Ibu perlu beri selisih waktu antara menyetop satu anak dengan anak lainnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Selisih waktu ini baik untuk tubuh ibu yang biasa menyuplai ASI buat 2 anak. Bertahap jadi 1 anak dulu, baru setop total. Nyapih kalau dadakan bisa bikin ibu kesakitan," jelasnya.
Jadi jangan khawatir apabila jika baru satu anak saja yang berhasil disapih, dan yang satunya belum.
Ilustrasi bayi kembar yang senang jalan-jalan Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi kembar yang senang jalan-jalan Foto: Shutterstock
3. Beri Aktivitas untuk Mengalihkan
Saat anak berusia dua tahun ke atas dan belum berhasil disapih masih termasuk wajar ya, Moms. Meski begitu jangan panik, Anda bisa melakukan banyak aktivitas untuk mengalihkan perhatian anak agar tidak menyusui dari payudara secara perlahan.
ADVERTISEMENT
Selain mengalihkan perhatian sehingga tidak menyusu, menawarkan beragam aktivitas seperti bermain juga berfungsi untuk menstimulasi kognitifnya.
4. Libatkan Keluarga
Menyapih anak kembar bisa melibatkan suami dan anggota keluarga yang lain sehingga prosesnya akan lebih mulus. Ajak keluarga untuk berperan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengalihkan perhatian kedua anak itu.
"Bisa berperan menawarkan minum dengan media lain sebagai pengganti menyusu, mengajak bayi bermain, mengalihkan perhatian dan menenangkan bayi yang masih tergoda ingin nyusu terus," kata dr. Wiyarni.
Tak hanya pada anak, keluarga juga bisa membantu menghibur Anda. Karena menurut dr. Wiyarni, proses menyapih terkadang membuat ibu galau dan emosional.
Ilustrasi makan MPASI. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makan MPASI. Foto: Shutterstock
5. Ubah dan Buat Rutinitas Baru
Jika sebelum disapih mereka biasa menyusui kapan saja, kebiasaan ini perlu diubah saat mulai menyapih. Batasi secara bertahap menyusu pada siang dan malam hari. Mengutip dari "Buku Nursies When The Sun Shines" karya Katherine C Havener, anak bisa diingatkan untuk menyusui hanya pada pagi hari, dan malam hari dilakukan saat menjelang tidur.
ADVERTISEMENT
Kemudian Anda bisa melewati jadwal menyusui si kembar, dan bisa dicoba untuk diganti dengan susu formula atau susu sapi cair. Ingat Moms, lewatkan jadwal pemberian ASI secara bertahap untuk menghindarkan Anda dari kondisi seperti mastitis karena terbiasa disusui oleh dua bayi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020