Kumparan Logo

5 Tips WFH Agar Ibu Tetap Produktif Saat Bekerja di Dekat Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
5 Tips WFH Agar Ibu Tetap Produktif Saat Bekerja di Dekat Anak Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
5 Tips WFH Agar Ibu Tetap Produktif Saat Bekerja di Dekat Anak Foto: Shutter Stock

Karena virus corona masih merajalela di Indonesia, pemerintah resmi memperpanjang PPKM Darurat di Jawa dan Bali. Salah satu yang dibatasi pada masa PPKM ini, adalah kegiatan perkantoran. Ya Moms, pelaksanaan kegiatan pada sektor non-esensial ketentuannya tetap diberlakukan 100 persen bekerja di rumah atau work from home (WFH). Bagaimana dengan Anda? Termasuk ibu bekerja yang harus menjalani WFH?

Bila ya, artinya Anda mungkin juga mengalami tantangan yang banyak dihadapi ibu lainnya. Senang dapat bersama si kecil di rumah, tapi bisa jadi juga kewalahan untuk menyelesaikan pekerjaan kantor di dekat anak. Apalagi jika anak tiba-tiba berteriak, menangis, atau merengek minta perhatian. Wah, bisa jadi tidak produktif!

Apa ya, yang dapat dilakukan? Coba ikuti beberapa tips dari Young Parents berikut ini:

1. Jangan Ubah Jadwal atau Rutinitas Anak

Ilustrasi ibu dan anak sedang bermain di dalam rumah. Foto: Shutterstock

Lee Puay Fung Veron, asisten manajer divisi manajemen prasekolah PAP Community Foundation, Singapura mengatakan bahwa jadwal anak yang dapat diprediksi membuat mereka --terutama yang lebih muda akan merasa aman. Sehingga, hal ini dapat membantu mereka lebih memahami harapan yang diberikan kepadanya ketika orang tua mulai bekerja dari rumah.

Selain itu, perencanaan sangat penting bagi orang tua yang bekerja dari rumah, sebab hal ini dapat memaksimalkan jam kerja Anda tanpa gangguan dari mana pun. Anda pun mungkin dapat mencoba menerima panggilan telepon selama waktu tidur siang balita, bangun lebih awal, atau melanjutkan pekerjaan setelah si kecil tidur.

2. Bersikap Fleksibel

Ilustrasi ibu menemani anak bermain. Foto: Shutterstock

Ketika bekerja dari rumah, mungkin konsentrasi Anda akan terpecah antara pekerjaan dan anak. Apalagi, jika si kecil lebih memilih bersama Anda dibanding pengasuh atau anggota keluarga lain.

Maka dari itu, aturlah waktu dengan pengasuh atau anggota keluarga lain. Mintalah mereka untuk menemani si kecil sementara Anda dapat tenang bekerja dari rumah. Namun, pada saat istirahat, Anda dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk bermain bersama si kecil.

"Luangkan waktu untuk menemani si kecil entah itu ke kamar mandi atau makan siang bersamanya. Manfaatkan waktu istirahat Anda untuk meningkatkan bonding dengan anak Anda," ujar Lee.

Sedangkan Geraldine Arudas Susay, spesialis senior dalam pengembangan di Seed Institute, Singapura menuturkan bahwa jika si kecil seperti gelisah atau tampak ingin bersama Anda atau ayah, orang tua pun harus fleksibel dan memperhatikan kebutuhan anak mereka terlebih dulu.

"Tidak ada yang lebih penting daripada ketentraman anak Anda," katanya.

3. Buat Aturan Agar Anak Paham

Agar Tetap Produktif, Ini 5 Tips Bekerja dari Rumah bersama Anak Foto: Shutterstock

Berikanlah anak Anda pemahaman dengan bahasa yang sederhana bahwa dalam situasi tertentu Anda tidak bisa diganggu karena harus bekerja. Mintalah si kecil untuk bermain bersama pengasuh atau anggota keluarga lain, misalnya. Beri tahu anak Anda juga bahwa Anda akan menemaninya bermain ketika semua pekerjaan sudah selesai.

"Orang tua harus berkomunikasi sejak awal bahwa mereka akan membantu anak mereka dengan pekerjaan rumahnya pada waktu yang telah disepakati. Ini akan membantu mengelola harapan anak juga," kata Tuan Shem Yao, kepala Touch Integrated Family Group (Parenting).

4. Bagi Zona di Rumah

Ibu Bekerja dari Rumah. Foto: Shutterstock

Jika rumah Anda memiliki wilayah yang cukup besar, sepertinya Anda harus membatasi antara ruang kerja dan ruang bermain si kecil. Hal ini penting untuk membantu menetapkan batasan untuk anak agar ia memahami betul jika pekerjaan Anda juga penting.

Yao menyarankan agar Anda dapat menegaskan anak Anda secara positif. Beritahulah si kecil supaya dapat bermain di zona bermainnya dan belajar meminta izin sebelum memasuki ruangan kerja Anda.

5. Disiplin

Ilustrasi ibu bekerja dari rumah. Foto: Shutterstock

Lee mengatakan, anak-anak sangat senang kehadiran Anda ketika berada di rumah. Hal ini pun membuat mereka mencoba menarik perhatian Anda. Memang, tak ada salahnya jika Anda bekerja di rumah meski ada anak di rumah. Apalagi jika anak Anda masih bayi. Jika ia sedang rewel, mungkin saja si kecil butuh dipeluk Anda agar dirinya merasa nyaman.

Namun, kembali pada poin sebelumnya bahwa penting untuk orang tua berdiskusi dengan orang di rumah agar dapat mendampingi si kecil sementara waktu. Sehingga Anda dapat fokus untuk mengurus masalah pekerjaan.

Selain itu, jika anak Anda sudah paham ketika diberikan nasihat oleh orang tuanya dan ia dapat bekerja sama dengan baik alias tak mengganggu Anda, jangan lupa untuk berikan pelukan atau pujian ketika semua pekerjaan Anda tersebut sudah berhasil diselesaikan.

kumparan post embed