Kumparan Logo

6 Fakta Seputar Nutrisi untuk Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi nutrisi untuk anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nutrisi untuk anak. Foto: Shutterstock

Anak membutuhkan asupan nutrisi yang baik dan seimbang untuk mendukung tumbuh kembangnya. Nutrisi itu pun terdiri dari berbagai zat, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Kebutuhan itu pun perlu disesuaikan dengan usianya. Misalnya, dari segi kebutuhan kalori, anak usia 1 – 3 tahun membutuhkan kalori sebanyak 1125 kkal/hari, sedangkan anak usia 4 – 6 tahun membutuhkan kalori sebanyak 1600 kkal/hari.

Nah Moms, ternyata tak sedikit orang tua yang masih sering salah paham tentang nutrisi anak. Beberapa orang tua, ada yang masih menganggap bahwa makin banyak anak makan, maka hal itu baik untuk kesehatannya. Padahal, memberikan makanan ke anak tidak hanya dengan membuatnya kenyang saja.

Dikutip dari Parents berikut beberapa fakta seputar nutrisi anak yang perlu orang tua pahami.

Fakta Unik Seputar Nutrisi untuk Anak

Ilustrasi anak makan daging. Foto: Shutter Stock

1. Zat Besi untuk Anak Tidak Harus dari Daging Merah

Anak membutuhkan zat besi untuk mencegah anemia. Sebagian orang tua mungkin mengira kalau zat besi hanya didapatkan dari daging merah, seperti daging sapi dan kambing. Faktanya, ada banyak jenis makanan yang juga mengandung zat besi, seperti kismis, bayam, kacang-kacangan, telur, dan beberapa jenis ikan laut.

2. Buah Punya Asupan Vitamin dan Mineral yang Baik

Sebagian orang tua mungkin khawatir anaknya kekurangan vitamin dan mineral kalau tidak mengonsumsi sayuran. Faktanya, kandungan gizi tersebut juga bisa didapatkan dari buah. Ya Moms, tak hanya punya rasa yang manis dan beragam, buah-buahan juga memiliki kandungan vitamin dan serat yang sebanding dengan sayuran.

3. Anak Membutuhkan Asupan Lemak untuk Perkembangan Otak

Ilustrasi anak makan ayam goreng yang mengandung lemak. Foto: Shutterstock

Orang tua kerap membatasi asupan lemak pada anak karena khawatir berat badannya melonjak. Padahal, anak membutuhkan asupan lemak yang cukup untuk perkembangan otaknya, Moms. Menurut Kathleen J. Motil, MD, Ph.D., asisten profesor pediatri di Pusat Penelitian Nutrisi Anak di Baylor College of Medicine, 40 persen kebutuhan kalori harian bayi dan balita berasal dari lemak baik.

“Otak yang sedang tumbuh memiliki kebutuhkan yang sangat khusus untuk asam lemak dan komponen lemak lainnya,” jelasnya.

4. Gula Tidak Membuat Anak Jadi Hiperaktif

Mitos yang mungkin sering didengar orang tua adalah gula bisa membuat anak jadi hiperaktif. Hal itu dibantah oleh Scott Sicherer, MD., seorang asisten profesor pediatri di Mount Sinai School of Medicine, New York.

“Studi tidak menemukan efek seperti itu pada anak-anak,” jelas dr. Sicherer. Menurutnya, mitos itu mungkin muncul saat orang tua melihat anaknya jadi lebih aktif setelah makan cokelat. Padahal, hal itu bisa jadi disebabkan oleh kandungan kafein dalam cokelat.

Meski begitu, tetap batasi penggunaan gula pada anak karena dapat meningkatkan risiko obesitas.

5. Menjaga Kesehatan Tulang Anak Tidak Harus dengan Susu

Ilustrasi anak minum susu. Foto: Shutterstock

Susu kerap dianggap sebagai sumber kalsium terbaik yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang anak. Faktanya, ada makanan lain yang mengandung kalsium dan memiliki manfaat sama seperti susu, Moms. Beberapa di antaranya yaitu yogurt, keju, tahu, dan brokoli.

6. Batasan Pemberian Jus Buah pada Anak

Jus buah yang manis dan segar kerap menjadi pilihan untuk mengusir dahaga. Namun, hal itu tidak berlaku untuk anak-anak, terutama untuk bayi.

Ya Moms, kandungan gula yang berlebihan pada jus justru dapat merusak gigi dan menimbulkan masalah pada sistem pencernaan. Anak baru boleh minum jus saat sudah berusia 1 tahun dengan porsi yang terbatas dan tidak boleh menggunakan pemanis tambahan.

Untuk anak usia 1 – 3 tahun, tidak boleh lebih dari 120 ml. Sementara untuk anak usia 4 – 6 tahun, maksimal jumlah jus buah yang boleh diberikan adalah 180 ml. Setelah anak berusia 6 tahun, ia boleh minum jus dari satu buah utuh sesuai dengan kebutuhannya.

kumparan post embed