Kumparan Logo

6 Fungsi Plasenta bagi Janin

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi janin. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi janin. Foto: Shutter Stock

Plasenta berkembang di dalam rahim selama kehamilan Anda, Moms. Organ ini menempel pada dinding rahim dan tali pusat janin. Sehingga, plasenta memiliki peran penting bagi perkembangan bayi di dalam kandungan.

Ya Moms, plasenta memainkan peran kunci dalam memberi nutrisi dan oksigen ke janin, serta membuang bahan limbah si kecil. Sehingga penting untuk mengetahui bahwa plasenta Anda sudah di posisi yang tepat, sebab beberapa ibu memiliki kelainan pada plasentanya.

kumparan post embed

Seperti plasenta previa, di mana sebagian atau seluruh serviks berada di bagian bawah rahim dan menutupi jalan rahim, serta plasenta akreta yang membuat jaringan plasenta tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim. Untuk mengetahui apakah ada kelainan atau tidak, Anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan.

Lantas, apa saja sebenarnya fungsi plasenta bagi janin? Berikut penjelasannya.

6 Fungsi Plasenta bagi Janin, Apa Saja?

Ilustrasi Janin. Foto: Shutter Stock

1. Sebagai Paru-paru

Plasenta bertindak sebagai paru-paru untuk janin, sehingga memungkinkan transfer oksigen seperti fungsi paru-paru pada umumnya. Mengutip Child Mags, bayi mengambil oksigen dalam darah, kemudian darah kembali ke plasenta untuk membuang karbondioksida, lalu mengambil lebih banyak oksigen untuk ditransfer ke bayi.

2. Membantu Memproses Limbah

Plasenta juga memproses produk limbah dari janin. Limbah tersebut dibuang ke tubuh ibu, sehingga janin tidak akan buang air besar sampai mereka lahir. Ini juga membantu melindungi bayi dari infeksi karena menjaga darah ibu dan darah bayi tetap terpisah, dengan bertindak sebagai filter.

kumparan post embed

3. Melindungi

Plasenta dapat melindungi janin dari xenobiotik, yakni senyawa seperti aditif makanan, obat-obatan, dan juga polutan lingkungan. Sehingga lapisan plasenta lebih kompleks dengan memiliki lapisan banyak agar mempersulit xenobiotik mendapatkan akses ke janin. Plasenta juga melindungi janin dari infeksi bakteri dan penyakit ibu.

Ilustrasi Janin Minggu ke-12. Foto: Shutter Stock

4. Memproduksi Hormon

Mom Junction melansir, plasenta memproduksi hormon steroid dan peptida yang membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam kandungan. Kemudian, plasenta juga memproduksi hormon laktogen yang menyebabkan ibu memiliki lebih banyak glukosa dalam darahnya untuk diteruskan ke janin.

5. Mengirim Antibodi

Plasenta juga mengirimkan antibodi ke janin dari aliran darah ibu. Antibodi ini melindungi dari infeksi bakteri dan penyakit virus tertentu, seperti difteri dan campak, sampai bayi Anda lahir dan cukup umur untuk mendapatkan vaksinasi pertamanya.

kumparan post embed

6. Membawa Nutrisi

Janin mendapatkan nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu melalui plasenta. Dilansir Essential Parent, plasenta membawa darah beroksigen yang kaya nutrisi seperti vitamin, glukosa, dan air dari tubuh ibu melalui plasenta.